my most inspiring songs

Berawal dari curhat seorang teman lama tentang betapa dia telah mengalami naik turunnya hidup. Jujur saja, agak kaget mendengar ceritanya, tetapi di balik semua itu saya salut dan angkat topi ke teman saya ini. Keadaannya sekarang menunjukkan dia sudah bangkit dari keterpurukan hidupnya beberapa tahun belakangan. Akhirnya saya pun mulai berpikir, betapa dahsyatnya kekuatan pikiran yang bisa menyeret kita ke dalam lembah kegagalan tanpa mengadah ke atas lagi, ataupun ke puncak kesuksesan dalam berbagai perspektif. Saya pribadi yang sangat musikal ini, menganggap musik sebagai salah satu media untuk menginspirasi kekuatan pikiran saya. Karena musik seperti buku, tak akan berubah, tetap ada dan tetap lekang di dalam kenangan dan pikiran kita. Continue reading

rindu setengah mati

kalau dipikir bahasan kali ini akan menye-menye tentang cinta, tepat sekali.tapi jangan salah bukan cinta lawan jenis, eh alawan jenis juga deng, maksudnya bukan cinta saya sama suami, atau mantan pacar *loh?*, tapi rindu setengah mati saya pada Bapak saya yang sudah berbeda alam itu.

salah satu hal yang saya syukuri dengan keadaan saya sekarang ini *in which juga kadang menjadi alasan untuk tahu, kenapa sampai sekarang Alloh belum kasih rezeki untuk beli mobil sendiri* adalah menikmati perjalanan dalam kendaraan umum di Jakarta *catat ini* yang aneh bin ajaib itu. Mulai dari ketidaknyamanan, keterlambatan, kepenuhsesakan, pengemis, dan pengamen. Buat yang terakhir, kadang saya menikmatinya dengan sangat, kalau suaranya lagi bagus dan musiknya enak di denger. pernah itu kapan ya, ada pengaman yang..*walah, jadi nyimpang*.

Cerita soal pengamen ini, kadang mereka jago juga membuat emosi teraduk-aduk seperti habis nonton pilem three idiots yang hanya diputar di PP di jakarta, pasalnya mereka suka menyanyikan lagu yang bikin saya entah kenapa langsung menjadi mellow mewek di pagi hari yang cerah ceria dengan keadaan kendaraan penuh, tapi ini air mata sudah mau tumpah *yeah I am absolutely soooo lady*. ada satu lagu yang ampuuh banget membuat saya luluh lantak, biar bagaimana pun keadaan saya saat naik kendaraan umum itu. Oh bukan lagunya De nasib yang rindu setengah mati, tapi lagunya Ebbiet G. Ade yang judulnya ‘titip rindu buat ayah”..*ketauan banget kalau umur dan generasi nggak bisa bohong :P

sudah sepuluh tahun semenjak kepergian Bapak saya tercinta. Kadang begitu besarrr rasa rindu saya sama Bapak. Sampe terlalu menyesakkan untuk diingat, dan semua rasa sepertinya tertahan di dada setiap kali teringat beliau. Kadang saya iri, sungguh seiri-irinya melihat teman sebaya yang masih bisa cerita ” babe gue, or Bokap gue bla..bla..bla…*apalagi kalau ada teman yang dihantarkan ke jenajang pernikahan dengan sang ayah. haduh, sungguh dulu waktu akad nikah dengan suami * ya iyalah maau akad nikah sama siapa lagi* air mata saya sudah meleber mengingat seandainya Bapak saya ada di situ melihat putri terkecilnya sudah mau jadi wanita.

Seluruh keluarga saya tahu, saya ini anak Bapak, yang di alem-alem kalau orang jawa bilang. Seluruh keluarga juga tahu, kalau ucapan saya bisa meluluh lantakan hati Bapak yang sekeras batu, sikap Bapak yang sangat patrilineal, dan kekhasan orang tua Jawa jaman dahulu. Usia saya dan Bapak itu terpaut cukup jauh, sekitar 47 tahun. Tapi saya selalu ingat, cuma saya yang setiap sore, atau saat masih kecil dulu suka diajak jalan-jalan naik vespa kesayangannya itu. Bapak lah yang setia mengantarkan saya ke dokter, dokter gigi, ambil rapot sekolah, bahkan kadang-kadang beli sepatu di toko Bata *ini tempat favorit Bapak*, dan selalu orang yang dimintai pendapat untuk buat takjilan di sore hari kala bulan Ramadhan. Bahkan, dulu Bapak pula yang nganterin saya survey lihat tempat buat UMPTN dan daftar kuliah di IPB Darmaga nun jauh dan panas itu. Dan seringnya kami hanya berdua, tanpa Ibu. Setiap kali kami berada dalam perjalanan itu, kami sebenarnya tidak banyak bicara, hanya sekali dua kali kata terucap, tapi entah kenapa seperti orang yang lagi jatuh cinta sudah chemically bounded begitu.

Dulu Bapak pernah bilang, selagi Bapak masih hidup, kamu harus sekolah yang bener, kamu harus beda dengan saudara-saudara mu yang lain, supaya bisa ngangkat derajat orang tua dengan ilmu kamu itu. Berhubung masih bau kencur, biasanya saya cuma ngangguk-ngangguk tanpa banyak kata kalau di nasehatin begitu. Dan semua janji itu terbukti. Dengan seluruh jiwa raga nya, pengorbanan yang sangat besar sudah beliau lakukan untuk kami, saya dan seluruh anak-anaknya. Hingga ajal menjelang dalam keadaang yang sangat ..ahh…susah saya gambarkan di sini.

Saya tahu, Gusti Alloh sudah sangat berbaik hati kepada saya dengan seluruh takdir yang sedang saya jalani ini. Mungkin juga dengan takdir untuk mengambil kembali Bapak dalam suatu kecelakaan parah di awal tahun 2000. Saya juga tahu Gusti Alloh punya maksud tertentu, mengapa Bapak tidak pernah melihat putri kecilnya ini lulus sarjana seperti yang suka dia banggakan begitu dulu tahu saya diterima di universitas negeri, Bapak tidak melihat putri kecilnya ini menikah dengan menantunya yang baik hati dan memberikan padanya tambahan cucu yang sehat, cerdas, dan menggemaskan. Bapak tidak pernah melihat semangat saya yang menggebu pingin sekolah lagi tanpa biaya sendiri sampai ke jenjang tertinggi dan ternyata diberikan jalan sama Ilahi. Tapi saya yakin, di suatu tempat Bapak saya tahu kalau ankanya mencintai beliau segenap hati, walau tanpa banyak kata dan rasa rindu setengah mati.

untuk Bapak, sepuluh tahun ini saya rindu………….

Di matamu masih tersimpan selaksa peristiwa
Benturan dan hempasan terpahat di keningmu
Kau nampak tua dan lelah, keringat mengucur deras
namun kau tetap tabah hm…
Meski nafasmu kadang tersengal
memikul beban yang makin sarat
kau tetap bertahan

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

Ayah, dalam hening sepi kurindu
untuk menuai padi milik kita
Tapi kerinduan tinggal hanya kerinduan
Anakmu sekarang banyak menanggung beban

Engkau telah mengerti hitam dan merah jalan ini
Keriput tulang pipimu gambaran perjuangan
Bahumu yang dulu kekar, legam terbakar matahari
kini kurus dan terbungkuk hm…
Namun semangat tak pernah pudar
meski langkahmu kadang gemetar
kau tetap setia

from Ebiet G. Ade-titip rindu buat ayah-

dibalik “parasit”

kali ini, bukan posting mengenai biologi molekuler yang susahnya minta ampun itu. kali ini cuma membahas lagunya gita gutawa yang berjudul “parasit”.

menurut saya, yang senang dengan science, lagu ini lumayan mendidik diluar konteksi isinya itu. jadi iseng-iseng saya coba cari beberapa fakta mengenai bagian refrainnya.

1. pergi kau ke “ujung dunia”
setelah ditelaah, dicek, ditanya, sepertinya nggak ada tuh yang namanya ujung dunia, bahkan menurut stephen hawking, ujung dunia hanya termaktub dalam wacana bumi yang datar, yang bertentangan dengan bumi itu bulat.

2. dehidrasi di gurun sahara

gurun sahara, sudah dikenal sebagai gurun terbesar di dunia yang dipenuhi dengan pasir berudara sangat ekstrim, panas di siang hari, dan dingin di malam hari. berapa luas sesungguhnya gurun sahara??menurut wikipedia, gurun sahara yang membelah benua afrika menjadi dua, yakni bagian utara dan sub sahara memiliki luas hampi 9 juta km2, yang luasannya hampir seluas benua amerika dan benua eropa.

3. hilang di segitiga bermuda..

bermuda triangle, yang sudah terkenal dengan daerah mystis bagi para penggunanya baik dari udara maupun laut, melintang pada Republik Bahama yang menghubungkan daerah segitiga Bermuda, Puerto Rico, dengan Florida..
sedikitnya, terdapat 13 kecelakaan kapal laut maupun kapal terbang di daerah yang diyakini memiliki kekuatan magis ini. mungkin karena kecelakaan tersebut tak pernah terungkap apa penyebabnya, mulai dari badai, pembajakan, maupun kesalahan teknis dari manusia (human error). namun, bagi sebagian ilmuwan, kekuatan segitiga bermuda yang banyak mengundang tanya untuk kecelakaan ini, dapat diakibatkan oleh daya magnet yang dapat mengubah arah kompas, sehingga menyebabkan anomali pada petunjuk arah tersebut, keadaan alam di sekitar daerah tersebut, bahkan diyakini pada lempengan di benua tersebut terdapat kandungan metana yang tinggi yang dapat menyebabkan tenggelamnya sebuah kapal.

4. pergi kau keluar “angkasa”
lagi, menurut wikipedia, angkasa ini punya banyak makna, bahkan masih sulit untuk didefinisikan. jadi kadang, angkasa ini adalah tiada batasan, dimana obyek, ruang dan kejadian terjadi dalam rangka tiga dimensi, sedangkan menurut fisika modern, angkasa bisa menempati empat dimensi dengan menambahkan waktu pada salah satu atributnya. banyak sekali definisi angkasa menurut para ilmuwan seperti Leibniz, newton, einstein yang kesemuanya hampir berpendapat bahwa angkasa tak bisa dibatasi.

5. hypothermia di kutub utara
hypothermia merupakan keadaan tubuh yang berada pada suhu metabolisme yang seharusnya sehingga menyebabkan kemungkinan kegagalam organ tubuh untuk dapat bekerja dengan normal.hypothermia dibagi menjadi tiga :
-suhu tubuh 1-2 (35-36 C)derajat dibawah suhu normal (37 C) yang dapat menyebabkan seseorang tidak dapat menjalankan fungsi kompleks dari tangan, gemetar dan merinding di seluruh badan, hingga mungkin dapat berlanjut ke fase kedua, yang diawali dengan tidak dapat disentuhnya ibujari dengan jari kelingking.
-suhu tubuh 2-3 derajat dibawah suhu normal( 32-34 C)
otot mulai tidak terkoordinasi dengan baik, pergerakan terhambat, wajah pucat,jemari tangan dan kaki membiru.
-suhu tubuh dibawah 32 C, gemetar mulai berhenti, organ tidak dapat bekerja karena tidak lagi pada suhu optimal, bahkan dapat menuju pada titik kematian jika suhu tubuh terus menurun hingga di bawah 30 C

nah rasanya, demikian dulu pembahasan parasit ini, jadi coba dipikir-pikir lagi keadaan di atas kalau anda adalah pacar yang memiliki ciri-ciri seperti yang dinyanyikan gita gutawa..seperti :

-minta dibeliin, dijemputin,dianterin, dibayarin, ditelponin..bla..bla..bla…

sumber : wikipedia dan http://wahyuancol.wordpress.com/2008/05/30/problem-ujung-dunia-tepi-alam-semesta-dan-tepi-waktu/