flu babi (swine flu)2

Menyambung tulisan saya sebelumnya, nampaknya flu babi in benar-benar jadi pembicaraan hangat. Yah kalau Anda termask yang up to date dengan gosip, sebelas dua belas lah dengan kasusnya Manohara Odelia Pinot (sang model yang kata Ibunya diculik oleh suaminya sendiri anak Kesultanan Malaysia).Loh, ini kok jadi gosip sih..

OK, Outbreak yang terjadi medio April 2009 di meksiko yang terus merambah hampir ke seluruh kawasan Amerika ini, menggelitik para pakar virologi, karena katanya hingga detik ini, virus ini belum berhasil diisolasi dari babinya sendiri. Dengan kata lain, sebetulnya belum ada bukti kalau memang virus penyebab flu babi ini ditularkan oleh babi.

Hal yang sebenarnya seperti ini (at least inilah pemahaman saya dengan sedikit dasar biologi molekuler ya?). Virus yang menyebabakn kehebohan ini diisolasi dari tubuh manusia, namun begitu dianlisa (let say kalau dalam bahasa molekulernya mungkin diblast, di allign, etc, etc) virus ini memiliki kesamaan dengan virus yang menginfeksi babi, virus flu yang menginfeksi manusia, dan virus flu yang menginfeksi hewan.

Kenapa kok bisa begitu?Kalau dalam bayangan saya (yang sekali lagi bukan seorang virolog) bisa saja terjadi karena virus influenza ini tidak punya alat pengkoreksi DNA or RNA yang sedianya dimiliki oleh kebanyakan sel. Pengkoreksi DNA atau RNA ini berguna untuk membenarkan urutan DNA/RNA yang salah untuk suatu sintesis protein, jadi hasilnya tidak akan berbeda dari  niatan awal sel tubuh untuk membuat protein.

Virus, karena tidak punya pengkoreksi DNA itu (DNA proof reading) tetap akan menghasilkan protein sebagaimana niatan awalnya dalam menginfeksi sel inang atau sel tubuh tempat dia menyerang (let say bisa babi, unggas, manusia, bakteri, etc, etc), tetapi bisa jadi protein yang dihasilkan beda dengan protein target yang tadinya ingin dihasilkan.

Apa implikasinya?Tentu saja virus mungkin bisa punya beberapa jenis protein yang tadinya tidak ada menjadi ada, dengan kata  lain bermutasi.

Hal itulah yang menyebakan virus flu babai pada outbreak flu babi Meksiko ini dikatakan perpaduan antara flu babi, flu manusia, dan flu burung.

Mau tahu beda flu babi, flu manusia, dan flu burung?Simak disini.

Flu babi (swine flu)

Awal pekan ini, simptomps seperti judul di atas mulai menyebar di segala penjuru berita baik di media cetak maupun elektronik.

Saya jadi penasaran, makanya saya googling swine flu itu hari ini.

Flu babi merupakan penyakit yang disebabkan oleh hewan sebagai perantara. Jadi sebenarnya bukan sang babi yang mematikan, tapi karena babi tersebut terinfeksi virus makanya si babi jadi bisa menularkan virus ini kepada babi-babi lain ataupun manusia.

Flu babi diawali terjadi di Mexico, kemudian merebak ke hampir seluruh daratan Amerika, baik US maupun Canada hanya dalam hitungan hari.

Sebenarnya, virus yang menyebabkan flu babi ini merupakan virus lama, tetapi memiliki serotipe baru. Virus ini mempunyai nama A (H1N1),berbeda dengan virus flu burung dengan serotipe H5N1.

Hingga hari ini, terjadi lebih dari 40 kasus di Amerika meliputi California, Kansas, New York City, Ohio dan Texas.

Di Meksiko sendiri flu babi sudah menyebabakan kasus pada lebih dari 80 orang.

Saya jadi berpikir, kalau Alloh mulai mengadili semua umat manusia di muka bumi dengan merata.

Kalau masih ingat, dulu flu burung (avian flu) merebak dengan sangat cepat di Asia khususnya Asia Tenggara, mulai dari Hongkong, Cina, Vietnam, sampai Indonesia yang memiliki catatan penderita flu burung terbanyak.

Nah, apakah kemajuan teknologi menjamin warga suatu negara terbebas dari flu?

My most “me time”

MOCHACHINoTerinspirasi dari sebuah blog teman yang dalam keadaan gundah gulana bingung
mau menikah tapi takut kehilangan ‘me-time’nya maka saya buatlah versi blog
“ateta’s time’.

saya menemukan “me time” ini baru di tahun 2003, saat saya sedang sibuk dengan
skripsi yang bikin migrain seperti cerita saya disini

saat itu ‘me-time’ saya adalah pagi hari seputar jam 7 hingga jam 09.30, biasanya jam
segitu saya lagi sibuk di kamar kos nyiapin ini-itu untuk penelitian hari itu.
Ditambah secangkir kopi mocachino yang”mmh great taste forever’ saya mendengarkan
lagi-lagi top 40 di radio mustang ataupun prambors.

All I’d like to do is seat and sing some song that already been familiar for my ears.
Rasanya seperti memberi energi baru untuk hari itu.

Nah, saat ini ‘me time’ juga masih berlaku buat saya yang sudah memiliki
suami dan seorang anak. Sayangnya karena peran saya tambah banyak, maka “me-time”
saya juga semakin berkurang.

Tepat sampai kantor jam 09.00, saya langsung sholat dhuha, memanaskan air
di dispenser, 5 menit kemudian mulailah menyeruput mochachino yang “mmh great taste forver
itu”lagi (pikir-pikir sudah lebih dari 5 tahun saya langganan kopi itu, tapi
kok gak pernah dapet undian mobil yah?haha ngarep), lalu membaca-baca surat elektronik,
jejaring sosial, atau mulai googling untuk bahan lab hari ini.

MMhh walaupun cuma berlangsung paling lama 20 menit, rasanya seperti menemukan
diri saya kembali muda seperti saat ‘me-time’ saya waktu kuliah dulu.

Kalau “me-time” anda bagaimana?Boleh tahu?

01.50

beberapa jam tadi, saya terbangun, karena Harv juga bangun tentunya. Saya enggak tahu kenapa anak saya terbangun, tapi berdasarkan asumsi-asumsi seorang ibu terhadap anaknya mungkin ya karena gerah, dengan begitu semangatnya dia minum air dan kembali tertidur satu jam setelah keadaan kamar bisa dikendalikan lagi ( aliran udara sudah OK)

Tapi most of all, saya yakin sekali Harv bangun karena desakan para malaikat untuk memaksa Harv yang membangunkan ibunya yang belum memenuhi kewajibannya terhadap penciptaNya. Saya belum sholat Isya, sekaligus mengingatkan sang bunda untuk duduk, terpekur, melakukan muhasabah di kala orang-orang terlelap dengan mendekatkan lambung ke tempat tidurnya.

Butuh waktu satu jam untuk menidurkan pangerna kecil saya kembali, setelahnya saya bisa melakukan aktivitas yang kini sangat ajargang saya lakunkan, mengeadu kepada Ilahi di tengah malam nan sunyi.

Ah, betapa nikmat ternyata berada begitu dekat denganNya dunia tertidur. Rasanya seperti menemukan dahaga yang sudah lama saya cari. Saya bersyukur, karena masih diberikan hidayah olehNya untuk mendekatkan diri kepadaNya.

Tak terbayangkan kalau malam ini, saya berada di tengah hiruk-pikuk klub malam menjauh dari apa yang disebut dengan ketenangan hati.

Dear Lord, Im thanking you to let me stay in Your way today.

“Maka nikmat Robmu yang mana lagi yang Kau dustakan”?

My seccond diary

Ini adalah blog kedua saya, selain blog pertma yang ada di sini.  Apa yang beda dengan blog pertama??Nggak ada, bedanya yang ini membuatnya lebih pake ilmu utak atik, hasil bisikan para blogger dan bantuan suami..

Saya sudah hobi nulis diari sejak kelas 3 SD, namun, kalo dipikir-pikir diary saya jaman dulu itu nggak berkorelasi antara satu paragraf dengan paragraf lainnya. Kalau sekarang sudah jauh lebih baik dong??Nggak juga.Karena terbukti waktu penulisan tesis say amakan waktu hampir setahun, yang hampir seluruh isinya adalh redaksional.(thanks to Bu Welly untuk kesabaran baca tulisan saya yang amburadul, semoga kebaikannya dibalas Alloh SWT :))

Jadi representasi dari keinginan saya untuk memperbaiki penulisan saya tuangkan di dua blog saya, semoga folks dapat membantu saya belajar lebih baik untuk memperbaiki tulisan-tulisan saya..

Thanks folks,

saat kata tak terucap

Almabaru saja tadi, saya dikejutkan oleh tangisan yang luar biasa dari kamar kakak saya yang tentunya berisi keponakan tercinta dan sang kakak.

Sudah 3,5 tahun tinggal bersama sang keponakan, nggak pernah sekalipun saya dengar dia nangis seperti itu. Ketika saya tengok, pemandangan yang saya lihat adalah Alma (demikian nama keponakan saya) sedang meraung-raung memeluk Bundanya yang sudah kehabisan akal untuk menenangkan dia. Sang Bunda sempat marah, naik pitam ,karena baru pulang kerja, capek, ngantuk, eh malah disambut tangisan yang nggak jelas.

Waktu saya tanya, ada apa?semua tidak bisa jawab, sang pelaku keonaran malah makin menangis sejadi-jadinya. Setelah 15 menit berlalu, barulah tersingkap bahwa Alma tidak nyaman dengan celana tidurnya.

Alma adalah keponakan saya yang pintar.Dalam hal komunikasi verbal, Alma sudah mumpuni, bahkan sudah bisa beropini dan meyakinkan lawan bicaranya akan suatu hal. Tapi kenapa tadi Alma tidak mau bilang kalau ada sesuatu yang tidak nyaman di celana tidurnya?

Mungkin inilah hal yang dinamakan menjaga amanat dari Alloh SWT. Amanat yang diberikan tidak selalu sesuai dengan harapan kita, kadang amanat itu bisa memicu emosi, kebahagiaan, mengundang tangis, tawa, dan amarah sedemikian rupa. Saya yakin banyak para orang tua yang sudah tak mampu lagi menahan amarah saat menghadapi anak yang dalam keadaan galau tidak jelas. Disitulah peran amanah sesungguhnya, bagaimana menjaganya agar tetap utuh, baik, dan bermanfaat pada saat pencapaiannya nanti (kalau sang anak sudah dewasa)

Saat-saat memancing emosi itulah yang harus banyak ditengarai orang tua sebagai saat kritis bagi perkembangan jiwa anak. mereka kelak akan meniru apa yang dilakukan orang tua mereka saat berada dalam kendali emosi dan bisikan syaitan. Dan mungkin pula pada saat itu Alloh SWT menilai bagaiman hambaNya ini menjada amanat yang telah diberikan, apakah lulus atau tidak?

Raising  children not only to feed their body, but also feed their brain and heart with love and believe, without pursuing, endorsing and “word abusing”.

Selamat tidur, Alma…