and the election goes to..

1 bulan sebelum dan setelah pemilu, saya senang sekali baca koran, Karena beritanya rame, mengalahkan berita gosip di tivi.

Kebetulan, loper koran langganan saya sakit, jadilah saya beli koran di stasiun setiap berangkat kerja, itupun koran yang beda dengan yang saya biasa baca.

Nah biasanya di koran itu,(headline)nya banyak banget catchy statement yang menghebohkan.

Mulai dari anggota legislatif dari partai a yang mengklaim partai bersih tersandung kasus korupsi, kemudian partai b, yang memang sudah banyak tercatat kasus korupsi makin menjadi-jadi korupsinya, partai C yang sibuk susun strategi mau koalisi dengan partai D, E atau F.
Yah, intinya rame banget. Jujur saya bukan pecinta politik. In other ways saya akan bernyanyi begini ” Politics go away , come again some other day”.
Tapi belakangan, histeria pemilu ini mengajarkan saya banyak hal. Yah, ini itu nya politik sebenarnya nggak buruk-buruk juga. Setidaknya, menurut hemat saya kalau memang kita mau berkecimpung di dunia politik sah-sah aja asalkan memang kita berbicara melangkah dan mengambil keputusan in the name of the citizen.

Bicara politik,tentu bicara tentang pemilu atau election. Election di negara kita tahun ini memang ribet. Carut marut DPT lah, soal perhitungan suara yang molor lah, soal penentuan kursi yang diundi lah (saya saja yang bukan caleg membayangkan dana kampanye caleg yang terpakai sudah menguras tabungan haji, masa penentuan kursinya pake undian..oalah Pak..Pak), dan kabarnya terakhir soal KPU yang tidak serius menanggapi tuntutan dari MK..
(OK, berpikir positif, KPU sedang sibuk buat pilpres biar tuntutan tidak lebih banyak tentunya)

Tapi, pemilu yang makan anggaran rakyat sedemikian banyak, seharusnya bisa dimaknai dengan pesta demokrasi, pesta bagi seluruh rakyat, tanpa pandang lapisan, pesta bagi semua komponen bangsa karena setidaknya (in my own perspective) menunjukkan kelangsungan pemerintah yang stabil selama lima tahun kemarin hingga bangsa ini masih bisa menyelenggarakan pemilu untuk lima tahun kedepan.

Tapi, ditengah hingar bingar pemilu, hati saya miris sekali,membaca artikel postingan teman yang isinya anak pedagang bakso kaki lima umur 4.5 tahun harus meninggal tersiram kuah bakso mendidih karena ada razia satpol pp. Ibu sang anak yang sedianya kala itu menggantikan sang ayah berjualan dengan ketakutan mendorong gerobak yang hampir disita satpol pp, sehingga terjatuh dan menimpa sang anak yang jatuh pula.

Hmm, perlu dicermati, bila warga negara ini tak lagi merasa aman tenteram mencari penghidupan yang “layak” apakah pemilu yang menghabiskan anggaran banyak itu tergolong ke dalan pesta demokrasi..
(dalam benak saya pesta selalu
berakhir dengan kebahagiaan, canda tawa bingkisan bukan tangis kematian).

Gambaran tadi hanya secuil dari seluruh kerangka besar negeri ini, yang sekali lagi menurut perspective saya terlalu konsumtif sehingga rakyatnya dipaksa jga berpikir dan beridoeolgi konsumtif (masih heran dengan banyaknya peminat salah satu ponsel pendatang baru yang bari menggelar launching di Indonesia di tengah gundah gulana krisis ini)

my bottom line is : seharusnya pemilu adalah award bagi setiap warganya, tidak perlu meriah, mewah, dan konsumtif, cukup dengan menjanjikan keamanan bagi setiap warga untuk menjalani kehidupan yang layak (entah layak menurut versi siapa)..

and the election goes to….all the citizen

Advertisements

2 thoughts on “and the election goes to..

  1. wah bener benar…
    Sebuah Sistem yang sekarng dipakai dan bernama demokrasi ini memang seyogya bertujuan untuk memberi jaminan keterwakilan keinginan warga negara..
    Tapia apakah demokrasi di Indonesia telah menggambarkan itu? saya rasa juga belum masi berupa ETALASE, tempat pamer para elite, dan persis IDOL – IDOLan.. jadi hanya pemulus jalan menuju kekauasaan..
    keterwakilan keinginan rakyat saat setelah terpilih?? SABODO TEUING!!!!

  2. alhamdulilah…
    Selamat akhirnya golput berhasil memenangkan jumlah suara terbanyak!
    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Partai Golput,
    baik yang dengan penuh kesadaran dan keikhlasan maupun yang tidak.
    Lho, maksudnya? Gak Jelas? šŸ˜

    Sudah saatnya kita ganti sistem!
    Sistem yang lebih “pro rakyat” dan lebih “berbudi”…
    Ayo kita ganti secepatnya, “lebih cepat lebih baik”…
    Mari kita “lanjutkan” perjuangan dakwah untuk menegakkannya!
    Sistem Islam, petunjuk dari Sang Maha Pencipta!

    Lihatlah dengan hati dan fikiran yang jernih!
    Aturan Sang Maha Pencipta diinjak-injak
    dan diganti dengan aturan yang dibuat seenak udelnya!
    Dan lihat akibatnya saat ini, telah nampak kerusakan
    yang ditimbulkan oleh sistem sekulerisme dan turunannya
    (seperti: kapitalisme, sosialisme, demokrasi, dsb) di depan mata kita!

    Banyak anak terlantar gara2 putus sekolah.
    Banyak warga sekarat gara2 sulit berobat.
    Banyak orang lupa gara2 ngejar2 dunia.
    Dan banyak lagi masalah yang terjadi gara2 manusia nurutin hawa nafsunya.

    Lihat saja buktinya di
    http://hizbut-tahrir.or.id/2009/05/12/kemungkaran-marak-akibat-syariah-tidak-tegak/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alwaie/
    http://hizbut-tahrir.or.id/category/alislam/
    dan banyak lagi bukti nyata yang ada di sekitar kita!

    Untuk itu, sekali lagi saya mohon kepada semua pihak
    agar segera sadar akan kondisi yang sekarang ini…
    dan berkenan untuk membantu perjuangan kami
    dalam membentuk masyarakat dan negeri yang lebih baik,
    untuk menghancurkan semua bentuk penjajahan dan perbudakan
    yang dilakukan oleh manusia (makhluk),
    dan membebaskan rakyat untuk mengabdi hanya kepada Sang Maha Pencipta.

    Mari kita bangkit untuk menerapkan Islam!
    mulai dari diri sendiri.
    mulai dari yang sederhana.
    dan mulai dari sekarang.

    Islam akan tetap berlaku hingga akhir masa!
    Dan Islam akan menerangi dunia dengan cahaya kemenangan!
    Mohon maaf apabila ada perkataan yang kurang berkenan (-_-)
    terima kasih atas perhatian dan kerja samanya.

    wassalamu alaikum wr. wb.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s