malaysia oh malaysia

kenapa tiba-tiba bicara malaysia?
ini negara beneran loh, bukan bahasa gaol “akika malaysia nih ” (artinya aku males nih). tertarik dengan isu seputar malaysia dengan indonesia beberapa hari terakhir saya sudah berencana buat postingan ini.

bermula dari kisah melodramatik antara seorang model belia bernama Manohara Odelia Pinot yang dipersunting pangeran kesultanan Kelantan Malaysia Tengku Fakhry yang berujung pada cerita Manohara diculik suaminya sendiri. tapi awal pekan ini katanya (yang saya lihat juga di televisi dan koran-koran) manohara sudah kembali ke pangkuan sang bunda yang setengah mati memperjuangkan kembalinya anak dari cengkraman sang suami yang katanya suka menyiksa ini.

kemalaysiaan kedua terjadi juga akhir pekan kemarin yang katanya kapal perang malaysia sudah menembus perairan Indonesia di blok Ambalat Kalimantan Timur. hari sabtu, katanya kapal tersebut bolak-balik masuk ke perairan Indonesia dan tidak mengindahkan anjuran kapal Untung Surapati milik TNI AL yang sudah bolak-balik juga mengingatkan kapal tersebut untuk menjauh. ketegangan pun berlanjut. media menggembar-gemborkan katanya Malaysia mengejek dan siap mengajak perang bahkan sampai-sampai semua capres ikut andil berpendapat dalam hal ini.

kemalaysiaan ketiga, pagi ini saya baca artikel di Media Indonesia yang mengisahkan ada 60 naskah kuno bukti kerajaan Melayu yang dimiliki/ berada di kepulauan Riau sudah berpindah tangan ke pihak peneliti dan budayawan Malaysia. katanya naskah sejarah tersebut digunakan untuk mendukung fakta sifat melayu Malaysia yang hingga kini memang budayanya setali tiga uang dengan beberapa provinsi di Indonesia.

ada apa dengan Malaysia?mengapa semua isu itu begitu bersamaan?apakah memang benar malaysia mau mengganyang balik Indonesia seperti halnya tahun 60-an ada slogan “ganyang Malayisa itu”?

saya tidak tahu. yang jelas menurut paham saya yang tidak punya urusan apa-apa dengan Malaysia kecuali numpang transit di bandara KL dulu, sejauh ini Indonesia dan Malaysia punya hubungan yang sangat menguntungkan. contohnya banyak TKI yang bekerja di Malaysia (walaupun banyak juga yang berakhri miris, tapi ini membuktikan Malaysia sudah menjadi salah satu target untuk tempat beradu nasib WNI), banyak juga pelajar Indonesia di Malaysia (yang ini rada miris mengingat kata Ibu saya dulu, orang Malaysia bertebaran di Salemba-Bluntas daerah tempat dekat Universitas Indonesia yang sekarang menjadi FK- karena bersekolah disini), yang ketiga melihat kesamaan rumpun, kebiasaan, adat-istiadat, mayoritas agama, sepertinya tidak ada kepentingan untuk saling menyerang (apakah ada skenario untuk menjadikan Malaysia-Indonesia seperti Irak-Iran di jaman dahulu?)

sekali lagi saya tidak tahu. hanya saja sangat menyesalkan kalau Indonesia dan Malaysia diadu domba oleh pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan dari keduanya.

Malaysia oh Malaysia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s