something to begin

tadinya saya mau posting pake bahasa inggris, bukan karena gaya-gayaan, atau kebarat-baratan, tapi karena saya memang suka dengan bahasa inggris. ini menurut saya loh, bahasa inggris mencerminkan diri saya, lebih praktis, ringkas, padat, nggak njelimet tapi sangat romantis..(halah..kok jadi terdengar dangdut ya?). selain itu menurut saya lagi loh, dengan pake bahasa inggris jadi orang-orang yang pakai bahasa diluar Indonesia jadi punya kesempatan untuk mengerti isi blog urakan saya ini. (tapi setelah dipikir-pikir kok ribet dan apa gunanya mesin transtool di widget saya ono)

jadilah postingan saya kali ini tetap berbahasa Indonesia asal muasal bahasa ibu dimana saya dilahirkan (nah, kalimat terakhir sangat tidak bahasa Indoensia sekali).

ceritanya, kepala saya ini lagi dipenuhi dengan berbagai macam deadline. mulai dari pekerjaan kantor, rumah, sampe deadline untuk sekolah (lagi). saking penuhnya isi kepala saya ini rasanya mau teriakk sekali untuk meluapkan apa yang saya pikirkan itu.

deadline yang paling terngiang di otak ini adalah masalah pekerjaan rumah dalam arti yang sebenarnya. memang saya lagi dalam kondisi ribet mau menyelesaikan bangunan rumah.
disusul pula dengan deadline aplikasi beasiswa sekolah. sambil berharap cemas gitu deh.

sampai akhirnya kemarin malam, yang biasanya jadwal saya nonton dvd, saya abaikan jadwal itu, malah saya selesaikan apa yang harus saya selesaikan. saya paksakan otak saya di depan laptop menyelesaikan pekerjaan rumah.

dan, hasilnya adalah dengungan deadline pekerjaan rumah saya relatif berhenti menggema di otak. otot-otot syaraf yang tegang mulai mengendur yang berakibat pada akhirnya saya bisa rileks lagi. malahan, saya jadi terinspirasi membuat sebuah deadline baru.

alih-alih membuat pusing kepala, deadline baru yang saya buat sendiri ini malah menstimulus otak untuk bekerja lebih cepat dan lebih baik (ups ini kok meminjam jargon capres ya?mudah-mudahan nanti saya tidak dikenai royalti). berbagai macam ide sudah di kepala tinggal pelaksanaan untuk dituangkan dan direalisasikan saja.

namun, mengutip perkataan orang bijak, the hardest part is the beginning, nah itulah yang sekarang saya rasakan. memang memulai sesuatu itu sangat sulit dibandingkan dengan melanjutkannya. seperti saya dalam membuat blog ini, sulit sekali memahami isi dan maksudnya. tapi begitu saya tahu kuncinya, …

taraaaa….
semua mengalir apa adanya..

semoga..
I can start my something from my very own beginning

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s