warrior gene

ehm, jadi sedikit mengembalikan salah satu fungsi category yang ada di widget saya itu tuh, postingan kali ini akan bersifat sedikit science minded. tapi jangan terlalu apriori yah buat yang tidak suka science, insya Alloh nggak ngebosenin.

jadi browsing hari ini terhadap sciencedaily.com, ada yang menarik mengenai “warrior gene”. jadi maksudnya model kayak gen ksatria gitu deh. apapula itu gen ksatria?maksudnya gen ini akan mengatur sifat yang berkorelasi dengan sifat ke’ksatriaan” seseorang. bisa jadi dari kebiasaannya yang suka mengandalkan kekerasan untuk mendapatkan apa yang diinginkan, sifat seseorang yang suka bergerombol terus buat aksi aksi fisik, (dalam bayangan saya kayak Gang Motor yang tahun lalu beritanya booming banged itu).

“warrior gene” ini mengontrol dikeluarkannya enzim Monoamine Oxidase A (MAOA). apasih kerjanya si MAOA itu? MAOA berfungsi mengatur dipakainya salah satu neurotransmitter prekursor yakni dopamine. jadi dalam bahasa normalnya kayak gini, kalau ada enzim MAOA ini, maka dopamine yang ada di otak kita akan konversi menjadi dihiydrophenil acetic acid (nah jangan dihafal yang ini, karena saya juga nggak interes bahasnya). nah, apa maksud warior gene nya itu? kalau gen penyandi enzim MAOA tidak terekspresi dengan baik akibatnya enzim MAOA tidak bisa berfungsi maksimal, yang akan mengakibatkan dopamine di otak tidak akan terkonversi alias numpuk. so what kalu dopamine numpuk? menurut wikipedia, dopamine banyak berhubungan dengan sinyal sinyal otak untuk pergerakan, motovasi, reward, mungkin juga punishment dan keagresifan seseorang untuk bersosialisasi atau tidak.
jadi kalau dopamine numpuk, bisa jadi seseorang lebih aktif, lebih suka mendapatkan reward, lebih urge untuk termotivasi akan sesuatu, dan menurut Proceedings of the National Academy of Sciences, salah satu indikasi kelebihan dopamine adalah kecenderungan untuk bersikap agresif..(kok yo serem ya?)

tetapi lucunya (atau herannya) gen pengatur MAOA ini terkait pada kromosom X yang tentunya akan dimiliki hanya satu pada kaum pria, sedangkan kalau wanita ya ada double. setidaknya kayak begitulah hasil penelitian Kevin M. Beaver dari FSU’s College of Criminology and Criminal Justice. jadi kalau satu berakibat pada keinginan untuk bersikap berandal, tapi kalau ada duplikatnya pada perempuan sang gen warior malah ada penyangganya jadi kesan berandal tidak ditemukan pada wanita.

nah, kalau ada nih kerabat anda, anak, pacar, suami, sepupu, adik, kakak, sahabt, atau apalah yang agak-agak suka bersikap berandal dan sukanya nge-gank- mungkin gen wariornya alis penyandi MAOAnya kurang optimal, jadi kadar dopamine di otak rada-rada lebih gitu.(hehe, coba nanti dicek ajah, kalau saya mah ekspresi MAOAnya lancar tuh).untuk yang lebih expert, ini cuma ulasan saya yang cetek ilmunya, selebihnya bisa dilihat disini atau di situ

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s