me, my chaperone, and inclusion bodies

kalau menilik judul postingan saya kali ini, pasti anda-anda yang jauh sekali
dari dunia biologi molekular akan geleng-geleng kepala. yang jelas itu bukan
lagu me, my self and I (siapa yang mempopulerkannya saya lupa), atau filmnya
Jim Carrey (me, myself and Irene).

perjalanan hidup manusia menurut saya banyak meniru gejala-gejala fenomena
alam.kalau saja manusia mau berkaca, mau belajar, dan mau bersahabat dengan
alam, saya yakin dengan izinNya musibah atau bencana yang disebabkan oleh gangguan
alam akan dapat dihindari.

salah satu gejala alam yang saya sukai (atau terpaksa saya sukai karena harus
ditorehkan dalam tulisan skripsi sarjana saya dulu) adalah protein folding.
apakah protein folding itu? jadi protein yang ada di tubuh kita itu bentuknya
globular, besar, berlipat-lipat (atau dalam bahasa Jawa mungkin njlimet).
mungkin anda bingung apa yang ditumpuk-tumpuk oleh protein?
protein terbagi atas beberapa struktur. bila diibaratkan piramida, maka
protein menurut saya terkesan seperti piramida terbalik, yang tersusun atas
struktur kecil hingga struktur yang kompleks.

struktur terdasar dari protein yang biasa disebut struktur primer adalah asam amino. asam amino tersebut akan bertautan satu sama lain membentuk rangkain asam amino yang panjang sekali. sam amino sendiri dihasilkan dari DNA melalui proses transkripsi dan translasi (jangan dipusingkan untuk kedua proses tersebut. anggap saja ya begitulah) selanjutnya rantai asam amino yang panjang tadi berikatan satu sama lain membentuk
struktur kedua yakni struktur sekunder. meliputi alfa-helix
dan beta-sheet. kalau dilihat secara kasat mata memang tidak akan nampak, tapi kalau dilihat struktur kristalnya akan tampak perbedaannya. struktur sekunder akan berinteraksi menghasilkan struktur tersier yakni berupa doamin-domain atau motif-motif yang sudah memiliki fungsi khusus
berfungsi spesifik terhadap senyawa atau zat lain, bisa substrat atau reseptor, atau
ion logam dan lain-lain. yang terakhir,domain protein akan membuncah membentuk protein
globuler yang besar dan saling bertekukan sehingga beberapa asam amino penyusunnya
ada yang terekspos keluar tetapi ada yang bersembunyi di bagian dalam. struktur inilah yang biasa dikenal dengan struktur kuartener atau fungsional protein.
null

setiap protein berbentuk globular. dan setiap protein harus mengalami pembentukan
keempat struktur tadi dengan baik untuk menghasilkan protein yang fungsional.proses
pembentukan protein ke struktur globular tadi disebut folding (berlipat dalam bahasa Indonesia).
protein folding ini, bisa terjadi dalam kurun waktu yang berbeda-beda, bisa sepersekian detik, atau
bisa juga beberapa jam. tidak semua protein bisa berlipat dalam keadaan
yang baik, bisa jadi dalam perjalanan foldingnya, protein kehilangan gaya, energi, sehingga
struktur yang terbentuk justru bukan struktur yang fungsional.saat itulah
protein berada dalam keadaan inclusion bodies, yakni berlipat membentuk struktur
yang lebih kompleks tetapi tidak dapat berfungsi dengan baik karena alasan tertentu.

pada beberapa sel, protein folding dibantu oleh beberapa molekul seperti chaperon.
contohnya GroEl dan GroEs atau heat shock protein. hasil penelitian dari Tokuriki dan Twofik 2009, dikabarkan Gro El dan GroEs membantu proses diversifikasi
atau variasi genetik dan evolusi enzim dari bakteri-bakteri E.coli, intinya chaperone bisa
menentukan akhir dari fungsionalitas sang protein.

nah, apa kaitan semua itu dengan saya?
protein folding saya ibaratkan perjalanan hidup saya dari sebuah sel telur yang dibuahi sel sperma (seperti halnya asam amino)menjadi bayi, lalu anak-anak (seperti alfa helix atau beta sheet), remaja, dan dewasa (layaknya
motif protein dan domainnya yang berfungsi sedikit demi sedikit) hingga akhirnya saya masuk ke liang lahat setelah
sekian tahun hidup di dunia (seperti protein globuler yang berfungsi maksimal namun akan mati karena sel nya pun mati).
dalam perjalanan saya menuju folding hidup saya, sangat mungkin saya menjadi inclusion bodies terlebih dahulu.
terseok-seok mencari folding yang tepat. mengambil sejumlah langkah dan berharap
mendapatkan folding protein yang sangat bagus agar fungsional (baca: bahagia dunia akhirat
dan masuk surga). dalam langkah saya untuk folding itu,tidak hanya satu atau dua inclusion bodies
yang saya peroleh, tapi mungkin jutaan inclusion bodies. dan dalam perjalanan saya itu
saya juga mendapat bantuan dari banyak chaperon yang berperan, seperti ibu saya, ayah saya, saudara saya,
suami saya, anak saya, guru saya, dan teman-teman saya.dan proses folding yang saya harapkan sukses itu
masih misteri untuk saya kapan akan berakhir, apakah besok, minggu depan, 10 tahun lagi, atau kapan saya tidak
tahu.

my bottomline : saya harus mensyukuri proses folding ini dengan semua chaperone dan inclusion bodies yang dianugerahkan pada saya.kendatipun inclusion bodies yang saya peroleh bisa sangat menyakitkan.

Dear God : I am thanking you for giving me the exact path!

Advertisements

One thought on “me, my chaperone, and inclusion bodies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s