aku dan kelelawar

apakah saya suka makan kelelawar??tentu tidak, memangnya nggak ada makanan lain ya sampai harus makan kelelawar. atau apakah saya suka kelelawar?ah tentu tidak lagi, jelas-jelas saya jijik. geli, bagaimana gituh sama kelelawar, hanya kemampuan ultra sonic sound yang dimiliki kelelawar saja yang mengagumkan buat saya. atau saya suka dengan batman?sang manusia kelelawar, oh biasa saja, kalau yang itu soalnya anak saya juga lebih suka manusia laba-laba.

lalu ada apa dengan kelelawar?beberapa hari belakangan saya merasa seperti kelelawar, yang kalau siang inginnya istirahat dan malam baru bekerja. sebenarnya gejala ini sudah nampak dari mulai duduk di bangku sekolah dulu, tapi sekarang kian menjadi, hasilnya adalah
saat siang hari badan saya rontok semua, sendi-sendi rasanya mengalami displace, yang bergeser entah kemana, punggung seperti ditimpa palu gadam, dan sel-sel kerucut dan batang di mata tidak lagi bisa kerja optimal,

tapi, menurut sciencedaily.com, kebiasaan ini bisa saja terjadi karena ada salah satu gen yang berpengaruh dominan pada perilaku kelelawar saya. sayangnya, saya tidak minat untuk meneliti keberadaan gen itu.

mungkin saya cuma bisa menikmati keheningan malam, yang setidaknya bisa mendekatkan diri saya kepada Yang Kholik,

manusia kelelawar, mengapa kita tidak pernah bertemu ya di kala malam?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s