my other thought

ist2_9201029-freedom

ehm, sebelumnya akan terlihat sedikit gado-gado.oh well, whatever just trying to use my other function of heart, brain, and fingers..

jadi, pagi buta ini, sekitar jam 2-an ini, saya habis membaca artikel di web sebelah yang isinya menurut saya entah kenapa menggelitik hati dan pikiran saya akan web itu..no..no bukan webnya, isi dari web-web itu.
sejujurnya, dulu (ah nggak dulu banget) beberapa bulan yang lalu saya ikut meramaikan web itu, tapi karena satu dan lain hal, saya agak mundur dari peradaban kemajuan web itu (disamping karena efek addict kalo udah nongkrongin disitu membuat saya nggak bisa pergi..dan itu membuat saya lagi tidak produktif for the rest of the day..buat saya only toh ya).

jujur harus saya akui, di web itu saya belajar banyak, belajar mengetahui karakter orang, pendapat orang, dan berpikiran lebih terbuka dari sebelumnya. selain itu sangat banyak hal positif yang saya peroleh dari situ. namun, belakangan saya merasa sudah mulai kurang nyaman disana. saya sendiri kurang tahu kenapanya, yang jelas saya pikir i have to get out of here..walaupun sesekali saya masih menyambangi web itu dan membaca apa yang dihadirkan disana.
tapi pagi tadi ada artikel yang membuat saya terhenyak. lagi, tentang cara pandang orang terhadap pemikiran orang lainnya dan tentunya yang seru adalah kalau sudah berbicara soal agama.

yah, mungkin sebagian orang berpendapat agama itu adalah satu hal yang tidak bisa mendasari kehidupan yang lain. agama adalah cara kita bereaksi dengan Yang Maha Mencipta, dan bukan cara kita merefleksi diri kita ke dalam hal yang menurut agama kita itu benar. sometimes, saya melihat ya agama hanya dijadikan sebagai simbol pengakuan untuk sifat keIlahian seseorang namun bukan jati diri seseorang. lagi, saya melihat agama ya hanyalah suatu tempat untuk mengalihkan hati sesaat entah untuk mengadu keluh-kesah atau apalah tanpa menjadikannya sebagai nilai-nilai hidup yang sebenarnya.

wait?ateta sounds so religious? oh bukan..apalagi dalam rangka bulan Romadhon yang penuh berkah ini. im just trying to say what i had in mind while that article and the discussion board on showed.

saya tidak mau men-judge orang lain dengan point of view saya, tapi boleh kan saya berpendapat murni tentang orang lain dalam hati dan pikiran saya?toh tak akan merugikan siapapun tampaknya. jadi bukanlah suatu penilaian sesaat yang pastinya lebih banyak kekeliruan dibandingkan kebenarannya.

buat saya, agama adalah extraordinary, hal yang luas yang keseluruhannya harus didapatkan dalam nilai moril keseharian saya. mengapa?karena agama saya mengajarkan dan hidup pun telah membuktikan kepada saya bahwa ada hal yang ekstra ordinary beyond our imagination yang hanya bisa diterima. ketika saya beragama, berarti saya sudah mendedikasikan keseharian saya dan seluruh sisa hidup saya pada agama saya dengan tujuan akhir kehidupan yang lebih abadi di alam sana kelak. ketika saya menyatakan saya beragama ini atau itu, maka saya wajib menjalankan semua aturan tatanan dan perundangan agama saya itu. bukan begitu?kalau saya tidak menjalankannya kenapa saya harus beragama?buat apa pula saya punya agama kalau, jika dan hanya jika, memperindah kartu penduduk saja tanpa tahu maksud dan tujuan agama saya.

haruskan saya kaku pada agama saya? bukan kaku, tapi taat. taat disini dalam perpektive saya berusaha menjalankan sekuat tenaga aturan main agama yang kita anut. tanpa diskriminasi aturan sendiri, yah kalau bernegara ada uu nya maka agama juga punya uu toh..kalau uu itu dilaksanakan dengan baik dan benar, maka saya yakin hidup beragama itu jauh lebih baik dari apa yang terjadi saat ini..

oh ya , kembali ke web yang saya bicarakan tadi, salah satu alasan saya undur diri dari peradaban web itu mungkin karena saya takut terbawa arus yang saya tidak tahu akan kemana.mungkin terdengar bodoh tapi izinkan saya membela diri dengan mengatakan saya akan berada pada tempat yang menurut saya memberi manfaat buat kehidupan sosial, jasmani dan rohani saya. salahkah saya?

wallohu alam bisshowab..semoga langkah saya sesuai dengan apa yang dianjurkanNya

Advertisements

6 thoughts on “my other thought

  1. hi, mbak! πŸ˜€ iya lama ga liat mbak ateta di rumah situ. hehe. tentang agama… well banyak perbedaan pandangan mungkin ya tapi menurut saya sih tetep gimana implementasinya ke kehidupan kita sehari-hari. karena kita akan mengenali pohon dari buahnya πŸ˜€ yahhh saya sendiri berharap agama bukan cuman tertulis di KTP… yuk mari sama-sama belajar deh ya mbak πŸ˜€

    • hai tin..hehe iya, nih ..lagi jenuh abisnya..trus melencengnya suka jauhh banget pusing saya..lagi prefer jalan2blog aja..psstt jangan bilang2 ya ntar saya didemo warga republik ituh πŸ˜€

  2. Salam Takzim

    Jika belum kau temukan
    Jika kau masih bersedih
    Jadikan sahabat ntuk melawannya
    Jadikan sahabat pelepas benci

    Bila masih belum kau temukan
    Bila kau masih tetap sedih
    Ambil sehelai kertas
    Coreti dia dengan bahasa benci

    Andai masih juga belum
    Shotdown komputermu
    Tidurlah sejanak
    Agar mimpi menghiburmu

    Salam Takzim Baatavusqu

  3. Salam Takzim
    Menulis kadang salah
    Singgah kadang tak teratur
    Inginnya melepas salah
    dengan Jarak coba ku Atur

    Minal A’idin Wal Faidzin, mohon maap lahir dan batin
    Batavus menekuk lutut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s