my out-of-reach!!

pernah punya sesuatu yang ingin sekali dimiliki tapi tidak pernah sama sekali diusahakan? *aduh ini bulet bahasanya*, maksud saya, adakalanya kita ingin bisa sesuatu tapi mengerjakannya pun tidak pernah.

saya pernah dan masih, dan mungkin akan tetap terus punya.ada 3 hal di dunia ini yang ingin sekali saya bisa tapi tidak pernah saya coba untuk meraihnya.

1. bisa martial art “capoiera”.
dulu, jaman dulu sekali, waktu saya masih imut *halah komen yang enggak penting*, saya lihat capoeira pertama kali dari film. film apanya saya lupa lah, wong sudah lamaa banget sejak saya smp atau sma. nah, di situ saya lihat martial art ini menarik, karena memadu madankan gerak yang bisa terlihat seperti menari dengan bela diri *untuk capoeirista maafkan bila ini salah banget*. bahkan menurut penulis Jorge Amado, capoeira disebut sebagai “pertarungan yang paling indah di seluruh dunia, karena ini juga sebuah tarian”. usut punya usut seperti yang tertera di sini, capoeira merupakan martial art dari afrika-brazil yang berawal dari kebiasaan para budak untuk berlatih bela diri tapi dengan menutupi latihannya memakai irama yang terkesan seperti sedang merayakan sesuatu. buat saya, capoeira itu indah, punya soul, tapi tetap tajam selayaknya martial art lainnya.

2. saya ingin sekali bisa main alat musik ritmis seperti gitar dan perkusi.
yang ini mungkin karena saya senang musik, jadi yah bagaimanalah gitu kalo bisa pegang kedua alat musik itu. tapi dasarnya saya tidak berbakat, dulu pernah saya belajar main biola dengan teman dan sang teman cuma menggeleng lihat saya latihan. oh ya, kenapa perkusi, karena di beberapa bagian bisa berirama hentak, jadi kadang kalau lagi penat dan banyak pikiran, sepertinya dengan menggebuk alat tersebut bisa lumayan menghibur lah

3.saya ingin sekali bisa bikin kerambah dan mbatik. haduh, aneh ya?tapi ya memang begitulah. seru kayaknya mengais-ngaiskan tangan pada kerambah dan motif batik itu. sekaligus membuat motif yang juga mengindonesia.mhhmmm

nah, kenapa saya tidak pernah melakukan atau setidaknya berusaha untuk belajar hal-hal di atas? saya sendiri kurang tahu alasannya, hanya saja saya tidak mau melangkah lebih jauh dari sekadar menginginkan keahlian tersebut. mungkin, kalau anda psikolog anda bisa tahu jawaban kenapa bisa ya terjadi yang begituan?

gempa sumatera barat

rasanya baru kemarin saya post tentang gempa yang melanda tasikmalaya yang menghebohkan jabodetabek dan sekitarnya seperti terlihat disini, tiba-tiba tanggal 30 september 2009, hanya berselang 28 hari atau empat minggu sebuah gempa yang lebih besar dengan magnitude 7.6 SR berpusat di 0.84 LS – 99.65 BT dengan kedalaman 71 Km sejauh 57 km BaratDaya PARIAMAN-SUMBAR mengguncang dengan hebatnya. diperkirakan, sudah lebih dari 200 orang tewas, ratusan bangunan hancur luluh lantak, dan entah berapa triliun kerugian materil yang dirasakan…

memang , saya sedikit telat mengetahui gempa ini, karena hari yang sama, saya sedang sibuk dengan ini itu printilan keluarga sehingga tidak sempat lagi liat berita di televisi maupun media daring..
ya Alloh…saya tak kuasa untuk berkata apa-apa melihat semua itu. betapa hari itu juga terbuktikan pada seluruh dunia, ada kekuatan besar dari alam yang tak akan pernah terduga oleh siapapun dengan ilmu secanggih apapun.

tentunya, setelah kejadian tersebut perhatian dunia pun tertuju pada Padang dan sekitarnya. suatu bentuk penghargaan atas derita sesama manusia di tengah individualistis yang begitu tinggi masih terasa sekali. syukurlah.

AP reuters melaporkan, gempa Padang SumBar ini terkait dengan peristiwa tsunami yang sehari sebelumnya melanda kepulauan Samoa seperti yang dapat dilihat disana

sekali lagi, saya yang baru merasakan efek gempa tasikmalaya yang demikian hebat saja sudah terenyuh dengan peristiwa itu, berpikir dan bersykur, betapa hidup saya adalah suatu karunia, suatu anugerah yang harus dimanfaatkan dengan maksimal, karena Sang Kholik sudah mengatur kapan saya harus pulang dan dengan cara apa saya kembali padaNya.

saya jadi teringat, dulu waktu masih kuliah biogeografi indonesia (salah satu mata kuliah yang sama sekali kurang nyambung dengan jurusan saya yang mikrobiologi) yang dibawakan oleh Prof. Ani Mardiastuti , guru besar IPB dan juga konsultan di WALHI. dulu, beliau pernah bilang, kepulauan mentawai itu hanya tinggal menunggu untuk menerima gempa besar dan bahkan yang berpotensi untuk tsunami sekaligus, karena letak patahan yang begitu dinamis di bawahnya. tentunya padang, yang hanya berjarak beberapa km saja dari mentawai juga amat berpotensi untuk terkena dampak gempa besar seperti ini. dan pernyataan itu dikuatkan pula oleh Danny Hilman peneliti Geologi LIPI dan seotang guru besar UI yang pernyataannya hari ini dimuat di Koran Tempo, bahwa akan sangat mungkin energi yang tersimpan di dalam patahan akibat gempa besar kemarin, yang selama ini terkunci akan terkuak dan berpotensi menaikkan kepulauan mentawai setinggi 15 cm dan dapat menenggelamkan padang..

dan, dari bmkg pula tersebarlah beberapa daerah yang berpotensi menerima gempa karena letaknya yang di atas subduksi lempeng Hindia dan Eurasia (ini kalo salah tolong dimaafkan, saya biologis, bukan geologis),hasilnya menunjukkan sepanjang garis barat sumatera dan selatan jawa sangat potensial menerima pergerakan lapisan bumi dalam skala menengah hingga tinggi..

lalu?apa tindak kita??
setidaknya saya masih bersyukur dukungan terhadap bangsa ini di kala duka melanda demikian tinggi melalui sumbangan para dermawan . selain itu, presiden dan beberapa pejabat pemerintah juga kali ini saya amati lebih bertindak sigap dibandingkan gempa yogya ataupun aceh misalnya.
namun demikian, agak miris sekali belum 24 jam gempa terjadi , di senayan sana anggota dpr periode 2009-2014 yang akan bertugas dilantik dengan biaya miliaran rupiah tergelontorkan..seandainya, dana itu bisa dialihkan ke padang..

lalu, apa yang sebaiknya dilakukan ke depan?
menurut saya, ada baiknya bangsa ini mulai belajar dari yang telah terjadi untuk pertimbangan preventif.
kenyataan bahwa letak geografis indonesia berada di ring of fire, tampaknya tidak bisa ditawar dengan letak manapun lagi. tinggal kita menyikapi sebaik mungkin. seperti, bagaimana cara membuat bangunan yang bisa meminimalkan efek gempa, mengedukasi masayarakat yang tinggal di daerah rawan gempa, mempersiapkan sop untuk penanganan bencana atau kondisi gawat darurat seperti ini, ataupun mulai memerhatikan pendapat para ilmuan yang menekuni hal ini untuk dapat dijadikan acuan dalam memberi kebijakan maupun arah pembangunan di masa yang akan datang..

sedangkan untuk masyarakat indonesia sendiri, saya rasa Tuhan masih terus mengingatkan agar bangsa ini dengan masyarakatnya yang terkenal dengan sifat agamisnya tidak melupakan fungsi utamanya di muka bumi ini . kita wajib menjaga dan memerlakukan bumi sebagaimana mestinya . kita juga harus banyak bersyukur pada Yang Kuasa atas segala nikmat dan karunia pada negeri ini, negeri yang banyak masalah dengan banyaknya penduduk ini. apapun yang terjadi, sudah termaktub dalam lauful mahfudz, bahwa negeri ini akan dilanda sedemikian bencana yang memang harus dilewati, entah karena teguran ataupun azab. selama hati kita masih berhati manusia, ada kalanya seharusnya sang manusia berpikir, terpekur, mau apa di dunia yang hanya sekejap mata ini..

dear Lord, atas semua musibah ini, kami memohon ampunan dan kekuatan agar semua bisa terlewati dengan ikhlas, sabar dan memberikan kami sedikit hati yang lebih menghati pada sesama dan pada sang alam, dan terutama padaMu…semoga semua ini bukan wujud kebencianMu pada kami