Novartis-BioCamp 09, USA (1)

Sebulan lalu yakni 26-30 Oktober 2009, saya mengikuti Biotechnology Leadership Camp tingkat global yang diselenggarakan oleh Novartis, Inc. Suatu kehormatan dan kesempatan yang langka buat saya untuk sekali lagi terlibat dalam kancah internasional seperti itu. Seperti cerita saya di sini, maka, postingan saya kali ini adalah kelanjutan dari BioCamp Indonesia 2009.

Novartis Global BioCamp 09 kali ini diselenggarakan di Cambridge, Masachusetts, USA, yang untuk mencapainya saya harus menempuh 31 jam perjalanan dengan dua kali transit. Sungguh suatu perjalanan terjauh yang pernah saya tempuh. Sebut saja, ketumpahan kopi panas dari orang di samping pada penerbangan pertama, kemudian acara menunggu pesawat dari Los Angeles ke Boston yang hampir 10 jam, kemudian ditambah kelaparan karena salah satu maskapai penerbangan local Amerika sangat berbaik hati dengan hanya memberikan jus meskipun perjalanan yang saya tempuh lumayan melewati jam makan. Intinya, perjalanan saya sendiri sudah punya cerita sebelum acara inti,

Hari pertama 25 Oktober 2009, waktu Boston (jeda 11 jam dengan WIB).

Saya dan Itha, tiba di bandara Logan Boston International Airport jam 7 pagi, lumayan segar, dengan cuaca dingin yang berangin. Belakangan saya baru tahu Boston ini cukup hebat dengan anginnya. Memperoleh pelayanan yang prima (baca: dijemput di Airport setelah penerbangan melelahkan dan proses cek in yang cepat ditambah registrasi yang simple), membuat saya tidak merasa kesulitan di awal acara. Guna menghindari jetlag, saya dan Itha memutuskan berjalan-jalan keliling kota, melintasi Charles River lewat Longfellow bridge. Kesan pertama, melintasi Boston dan sedikit Cambridge, suasana cukup OK, menyenangkan. Kami bahkan berjalan ke hampir pusat kota yang makan waktu hampir 60 menit. Setelah itu, saya putuskan untuk kembali ke hotel, istirahat, karena di sore hari saya dan Itha sudah dijadwalkan interview dengan Voice of America Indonesia dari Washington DC. Untuk interview ini, saya hampir telat, karena mata ini sudah tidak bisa diajak kompromi karena bertemu dengan kasur empuk setelah tak tidur hampir 24 jam (tidur maksimum saya di pesawat hanya 2 jam karena saya tak sanggup menahan turbulensinya). Jujur, saya penasaran sekali dengan hasil interview itu, karena kayaknya jawaban saya agak-agak ngelantur karena itu murni jawaban bangun tidur. Tapi hingga kini, saya belum mendapatkannya. .
Malamnya, kami mulai acara perdana dengan makan malam informal dengan seluruh peserta yang sudah datang, dan panitia. Hebatnya, acaranya tidak kebanyakan protokoler dengan sambutan. Jadi kami bisa langsung beramah tamah dengan para peserta dan panitia maupun beberapa pegawai Novartis.Oh ya, sekedar informasi, di Cambridge sendiri, ada 4 institusi novartis, yakni Novartis Institute for BioMedical Research/NIBR (tempat penelitian untuk basis farmasi), Novartis Venture Funds (bagian venture fundnya Novartis) ,Novartis Biologics ( biasanya untuk clinical trial), dan Novartis Vaccine dan Diagnostics. Malam itu, beberapa perwakilan dari institusi tersebut dapat hadir. satu lagi yang menarik, malam itu, banyak juga pakaian tradisional bermunculan, seperti Yukata dari Jepang, terus Saree dari India, dan yang pasti batik dari Indonesia (yeay!!). Berhubung masih dirundung sedikit jet-lag, saya cuma bisa bertahan sampai pukul 10.30, setelah itu saatnya membenamkan diri ke tempat tidur.

Hari kedua, 27 Oktober 2009

Menjelang hari kedua ini, saya mulai penasaran dengan acara yang digelar ini. Dalam hati, saya bertanya-tanya, apakah akan sangat seperti bisnis just like BioCamp Indonesia had, atau lebih science seperti yang saya harapkan. Setelah sarapan kami semua berkumpul di lobby dan berjalan bersama-sama menuju NIBR yang terletak di 250 Masachusets Ave yang kira-kira 7 blok dari hotel kami menginap. Sambil berjalan, saya perhatikan, ternyata Cambridge itu gudangnya science, banyak sekali Cambridge Science Center di sekeliling kota. Jadi misalkan One cambridge Center, itu diisi oleh institusi departemen …dari MIT, five Cambridge Center, diisi oleh Novartis Vaccines and Diagnostic seperti yang ini dan yang itu, dll. Selain itu, banyak pula perusahaan-perusahaan biotek bertebaran seperti Novartis, Dyax, dan beberapa yang saya lupa namanya tapi ada enzyme-enzymenyalah (ini laporan pandangan matanya sangat subyektif..mohon maklum:))

Ok, acara sudah mulai , seperti yang saya bilang sebelumnya, tidak ada sambutan-sambutan yang neko-neko, tancap langsung ke acara inti. Memang sih secara garis besar formatnya akan sama dengan lokal BioCamo (lah wong diadopsi dari situ kan ya?), tapi yang bikin saya sumringah adalah kali ini materi science nya lebih mantab, dengan tema2 riset yang lumayan menggairahkan dan tidak hanya berkutat dengan pengembangan science untuk bisnis. Diawali dengan pembicara Dr. George Dailey, yang hampir separuh hidupnya berkecimpung di dunia stem cell ke arah pediatrician. Selanjutnya,ilmu yang tak kalah penting yaitu kami diberikan informasi tentang membuat bisnis plan yang menarik, punya strong pitch, dan tentunya convincing, dari Robert Gottlieb dan Mark Tushein yang keduanya sudah 25 tahun lebih berkecimpung dalam hal per-bisnisplan-an. Sesi after break dilanjutkan dengan diskusi panel yang menyertakan scientist, venture capitalist, dan perusahaan infant farmasi. Nah, mulai dari sini saya baru mengerti bagaimana sebuah riset dikedepankan ke dunia industri melalui campur tangan para venture capitalist dan perusahaan perusahaan biotek kecil yang mungkin memuat platform technology, ataupun service, atau mungkin akhirnya nanti membidik perusahaan farmasi besar seperti Novartis. Sesi setelah makan siang, diisi oleh perwakilan dari Novartis Insititue for BioMedical Research (NIBR) Carol Manahan yang memberikan overview bagaimana institusi riset ini bekerja diluar tekanan industrinya sehingga tidak terbelenggu oleh tekanan sales dan marketing industri farmasi. Yang unik, kalau anda pernah menonton acara-acara televisi lokal yang pakai sistem voting, nah, kami juga diajak melakukan voting untuk beberapa pertanyaan yang diajukan Carol. Selain itu, kami juga melakukan beberapa aksi interaktif yang dijamin membuat tetap terjaga. Selanjutnya, kami melakukan working grup discussion yang intinya, kami harus membuat bisnis plan di akhir hari workshop per grup.

Sorenya, waktu jalan-jalan, Keliling boston dengan duck tour. maksudnya duck tour itu, kayak mobil perahu yang bisa jalan di darat dan air jadi kayak bebek. Parahnya, cuaca di luar hujan, dan dingin sekali, untungnya si duck punya penghangat jadi kami nggak menggigil kedinginan melawati jalan-jalan di Massachusetss dan Charles River. Hari kedua, ditutup dengan makan malam di Legal Seafood yang menghidangkan lobster yang, heuheu mantab. (tapi lebih mantab kalo ditambah saos padang, tetap lidah Indonesia tidak bisa pergi dari sambel).

bersambung

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s