good news is not always a good one

Apa perasaan anda setiap kali mendapat kabar yang baik atau bagus alias good news? Senang bukan? Tentunya seperti itu secara keseluruhan kan. Tapi pengalaman saya beberapa kali baik yang saya alami sendiri maupun hasil curhat teman, rekan, keluarga atau siapalah, di balik good news itu biasanya ada hal-hal yang tidak baik. Maksud saya kalau terdengar berputar-putar, setiap kali kita mendapatkan kabar yang bagus, pasti akan ada efek yang tidak bagus juga, yang pada akhirnya akan kita rasakan.

Contohnya, waktu saya sedang sangat-sangat berharap sekali bisa dapat kesempatan untuk melanjutkan sekolah ke negara antah berantah dimanapun itu. Setiap kali saya mencoba mengajukan lamaran untuk beasiswa, (karena saya bersikukuh tidak mau sekolah dengan uang sendiri disamping untuk pencapaian dan yang paling utama karena memang nggak ada dananya :D), setiap kali pula sejuta pengharapan biar aplikasi saya diterima, dan saya bisa meluncur ke negara entah berantah itu dan semua cita-cita saya bisa tercapai. Tetapi demi segala pengharapan yang beberapa kali itu pula harus saya tepis, karena berulang kali pula saya ditolak. Sebenarnya sih saya sudah persiapkan mental sekuat baja untuk hadapai penolakan ini, tapi ya tetap aja agak sepet bagaimana gitu kalo ditolak. Namun, giliran itu tiba, saat ada salah satu institusi yang mau menampung saya untuk jadi TKI, dengan segala kebahagiaan yang membuncah ini, saya juga sedikit sedih takut dan agak miris mengingat harus berpisah dengan si kecil untuk sementara waktu.

Atau, cerita lain, versi teman saya yang sangat berada dalam fase pencarian jati diri dengan segala daya upayanya untuk mencari tempat berprestasi (baca: kantor) yang sesuai dengan pengharapan. Maksudnya : gaji sesuai pengalaman, bisa sekolah, bisa berkarier, bisa tetap eksis, tapi bisa juga naik haji dengan gajinya itu, dan juga bisa ketemu jodoh. Yah, memang syaratnya rada banyak, tapi bagaimana lagi namanya juga kepingin, yah harus dihargai lah. Terakhir versi curhatnya adalah mau dapet kerja di multinational company yang bisa mengantarkan dia jalan-jalan juga kemana-mana. Dia juga sempat bilang demi mencapai tujuannya itu, dia sudah hunting kerja kesana kemari bahkan sampai ke instansi pemerintah segala (padahal dia kerap kali bersungut tentang kinerja karyawan pemerintah ini). Nah, berita terkini, dia diterima di sebuah perusahaan yang cukup kualified dengan bayaran double, eh ditambah lagi dia dapat tawaran juga untuk jadi pegawai negeri di tempat lain. Benar-benar kabar yang baik at least begitu kata dia di berbagai jejaring sosial. Tapi ternyata kabar baik itu pula tak selamanya baik karena kini dia bingung memutuskan akan kemanakan dia mengambil tempat kerja di kemudian hari kelak? Karena di satu sisi dia ingin bekerja di tempat yang memberinya bayaran double itu, tapi di sisi lain orang tuanya akan sangat senang kalau dia menerima tawaran di instansi pemerintah itu. Nah kan??

Advertisements

One thought on “good news is not always a good one

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s