when I was..finally..accepted

akhirnya, saya menulis lagi..dengan segala kekurangan dan kelemahan yang saya miliki…
ah sudah lama sekali saya absen dari blog saya yang kumuh ini (berniat ganti tema), tapi tiada kunjung sempat memposting tulisan alakadarnya saya yang sudah numpuk di draft ituh..dan baiklah mari saya mulai lagi menulis di tahun 2010 ini…

kalau lihat postingan saya kali ini, judulnya tentu vice versa dengan postingan saya yang ada di sini, tapi intinya yah memang ini cerita kebalikan dari postingan itu..

setelah berjuang hampir setahun mencari-cari, mengirim aplikasi, minta refrensi ini dan itu, akhirnya aplikasi sekolah doktoral saya diterima 2 Feb 2010 kemarin. Atas rekomendasi dari bos saya, sebuah institusi penelitian di Jepang bersedia menerima saya sebagai Junior researcher yang juga berpredikat sebagai mahasiswa doktoral..Bahagia, tentu lah, alhamduliah, senang..pasti, tapi seperti juga tulisan saya yang di mari, sedih juga mengingat harus berpisah dengan suami dan anak, serta orang tua sementara waktu. Ah, sudahlah saya nggak mau membahas yang itu, takut mellow lagi seperti tangisan yang saya keluarkan barusan saat meninabobokan anak saya.
saat ini mendingan saya cerita tentang proses aplikasi saya, semoga bermanfaat dikemudian hari.

bulan oktober, selagi masih Ramadhan 1430 H, bos saya tiba-tiba menelpon malam-malam untuk tanya tentang keseriusan saya mau sekolah lagi di luar negeri, dan akhirnya keluarlah informasi seorang koleganya di Jepang sedang mencari Junior Researcher (JR) sekaligus mahasiswa doktoral. Singkat cerita saya langsung setuju, dan di bulan November 2009, saya dan kolega bos saya itu bertemu di Jakarta. Menindaklanjuti keseriusan saya, aplikasi formal pun dikirim, saya lolos seleksi administratif, dan harus mengikuti ujian seleksi di Tsukuba pertengahan Januari 2010.

Dua minggu lalu, saya datang ke Tsukuba yang sedang winter dengan suhu 3 derajat celcius *wow*, suhu terendah sesaat dalam hidup saya. Tsukuba jauhnya sekitar 60 km dari Tokyo, terkenal dengan julukan science city karena banyak sekali institusi penelitian di sana.

Hari pertama di Tsukuba, saya dijamu oleh kolega bos saya dan keluarganya, *ah, jadi kangen anak dan suami*.Hari kedua, saya presentasi tentang personal research accomplishment dan paper review di hadapan prospectus profesor saya dan beberapa senior researcher di institusi itu. Tanggapan mereka cukup welcome, meskipun banyak juga catatan yang saya terima dari sana sini, tapi whatever lah. Hari ketiga, saya dinyatakan lulus sebagai JR, tapi saya masih harus seleksi lagi untuk jadi mahasiswa Hokkaido University tempat saya akan tercata sebagai mahasiswa kalau lulus. Akhirnya, kami berangkat ke Sapporo tempat Hokkaido Univ (HU). berada dengan 1.5 jam perjalanan pesawat. Saya tak sendirian selama mengikuti seleksi itu, ada seorang aplikan lain dari Cina yang juga seorang manager di Sony China.
Hari ke-empat, Sapporo, utara Jepang dan saya akhirnya menginjakkan kaki di atas salju pertama kali dalam hidup dengan suhu -10 derajat celcius. Berusaha bertahan dengan dinginnya udara luar, saya lebih berusaha untuk mengsinkronkan hati, otak, dan mulut untuk mulai presentasi di depan perwakilan dari HU. Waktu 30 menit yang selama latihan di Tsukuba selalu berlebih, akhirnya pas juga untuk saya menyelesaikan dua sesi presentasi sekaligus tanya jawab. Pfuih, what a…. Alhamdulilah, saya lega, kendati belum tau hasilnya, tapi setidaknya I’ve done it.

Sembari meniti hujan salju *or should I say “badai salju”* yang membuat tangan saya yang sudah bersarung ini tetap kaku sehingga tidak bisa memijit tombol train ticket itu, saya mencoba bertahan. Migren pun datang, batuk pilek kembali menyerang. Koyo pemberian kolega si Bos pun nggak ngaruh *karena lebih panas koyo cabe made in Indonesia :)*..
Akhrinya , saya kembali ke Indonesia, dengan senyuman dari kolega si Bos dan prospectus profesor sayah.

Satu minggu berlalu, suatu siang di sebuah laboratorium di rumah sakit kanker di Jakarta, saya tertegun membaca email dari sang Professor yang menyatakan saya diterima, *kendati 3 hari sebelumnya Bos saya sudah dapat bocoran dari koleganya yang bilang “impressed” dengan presentasi saya…alhamdulilah..pencarian itu berakhir pula..

Billion of thanks that I want to express for my boss, who bring me up here *yang mungkin juga membaca blog saya ini*, who inspires me in what I did and do now, and who gives me a role model how to be a persistent person with honest and modest way…*makasih banyak ya Pak*

Also, million of thanks to my supervisors, Pak Dahrul, Ibu Dewi, Ibu Vanny, dan Ibu Welly..yang mengajarkan saya beragam cara untuk tetap tangguh, tak kenal lelah mengejar impian, dan tak pernah letih berusaha..Terima kasih banyak Bapak dan Ibu-Ibu..

And measureless thanks to My Beloved Husband and Son, yang selalu paham keinginan Bunda untuk terus mencari dan mencari…semoga perjuangan kita ini membuahkan hasil..dan Ibu, untuk semua pengorbanan yang tiada henti buat anaknya ini..* I LOve U Mom, and Ialways will*

Ini adalah awal dari pencarian saya, and there will be another story that might include tears and laugh…as life should be..

Advertisements

2 thoughts on “when I was..finally..accepted

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s