hidup itu

Saya masih ingat dunia saya runtuh seketika sewaktu mendengar orang yang saya cintai, kagumi, dan banggakan pergi menghadap Sang Khalik. Seketika itu juga saya meyakini semua tidak akan pernah sama tanpa beliau. Namun, seketika itu juga saya yakin haqqul yakin bahwa beliau ada di seberang sana tersenyum bangga kepada putrinya ini. Dengan segenap keberanian dan keyakinan kalau hidup itu terus berjalan, saya mencoba hari-hari menyiksa yang menurut saya yah memang harus dilalui. Tak mudah memang, sangat teramat sulit bahkan. Jiwa ini terasa sepi, hampa padahal saya berada di tengah kerumunan banyak orang. Sebagian otak saya ingin maju memandang hidup, namun sebagiannya memaksa ingin kembali ke momen kehilangan itu. Perlahan tetapi pasti, saya coba bersahabat dengan keadaan. Saya yakinkan diri kalau sudah saatnya saya kembalikan yang tidak pernah saya miliki kepada pemiliknya. Saat itu pula semua beban perlahan mulai terlepas dari pundak ini. Dan setelah itu pula saya rasakan dengan keiklasan, hidup saya menjadi lebih mudah.

Sesaat setelah menjadi istri dan ibu, saya pun menjadi lebih melankolis. Takut kehilangan keluarga kecil saya, takut meninggalkan dan ditinggalkan mereka. Padahal, sudah jelas termaktub dalam Kitab-Nya bahkan diri ini pun bukan milik kita. Tugas kita hanya menjalani hidup ini sesuai dengan ajaran agamaNya. Sering sekali saya dan suami terhenyak, merasa kalau kami saling memiliki, bahwa kamilah yang memegang penuh kendali terhadap anak kami yang lucu, tampan dan pintar itu. Tetapi alhamdulilah, ada rasa getir saat kami merasa kalau kami terlalu mencintainya. Rasa takut kalau rasa cinta ini berlebihan sehingga kami tidak menyadari kalau kami bukan pemegang kendali. Kami hanyalah tempat penitipan barang yang ibaratnya selalu ada di bagian depan supermarket. Pelangganlah pemegang barang yang dititipkan. Kami hanya bertugas menjada barang itu, hingga tidak rusak, lecet, ataupun hilang. Demikian pula, Tuhan lah pemilik setiap jiwa kami. Dan atas setiap keadaan yang telah, sedang dan akan berlaku pun, kami berusaha meridhai yang diberikanNya pada kami.

Hidup itu hanya suatu fase. Fase yang harus kita lalui. Suka atau tidak, pahit atau manis, indah atau buruk, senang atau susah, kaya atau miskin, sehat atau sakit, hidup itu anugerah. Seberapapun pahitnya jalan yang Dia berikan, satu hal yang harus disadari hanyalah ucap syukur kepadaNya. Setiap kita memiliki satu titik, yang tentunya berbeda-beda. Pertanyaan yang tersisa adalah, bagaimana kita menjalin garis menuju titik tersebut. Akankah kita lalui dengan terbata-bata tetapi penuh bangga sebagai mahluk ciptaanNya, ataukah kita terlalu larut dalam apa yang tidak kita miliki sehingga yang kita lakukan hanya sibuk mengeluh , atau kita sibuk mempertanyakan takdir Tuhan terhadap hidup kita?

Hidup itu terlalu singkat bila tidak dilalui dengan syukur dan keyakinan kalau Tuhan selalu bersama kita.
Sejumput kesedihan untuk adik tercinta yang saat ini sedang terombang-ambing. Semoga kau bisa melangkah maju.You are the captain now…May Alloh blesses you and your home always.

Bisa lihat klip nya disini

Mary J Blige—Each Tears–

There’s something that I want to say,
But I feel I don’t know how.
Until I just can’t hold it one more day,
So I think I let it out.

You’re on my mind more than I may show
You’re in my heart more than you may know
And the last thing that I want,
Is to you to fall apart.
Your future will be clearer,
I want you to remember.

In each tear
there’s a lesson, (there’s a lesson)
Makes you wiser than before (wiser)
Makes you stronger than you know (stronger)
In each tear (each tear)
Brings you closer to your dreams
No mistake, no heartbreak
Can take away what your meant to be…

We can’t change the things,
That we done, that’s in the past.
But fighting won’t get us anywhere,
So if you want, Here’s my hand…

Every night there is one thing I do
I bow my head and pray for you (pray for you)
And the last thing that I want,
Is for you to fall apart
you’re future will be clearer
I want you to remember

In each tear
there’s a lesson, (there’s a lesson)
Makes you wiser than before (wiser)
Makes you stronger than you know (stronger)
In each tear (each tear)
Brings you closer to your dreams
No mistake, no heartbreak
Can take away what you’re meant to be

You’re much more than a struggle that you go through
You’re not defined by your pain, so let it go…
You’re not a victim, you’re more like a winner
And you’re not in defeat, you’re more like a queen

In each tear
there’s a lesson,
Makes you wiser than before
Makes you stronger than you know (stronger than you know)
In each tear ( in each tear)
Brings you closer to your dreams
No mistake, no heartbreak
Can take away what your meant to be

In each tear (each tear)
there’s a lesson, (there’s a lesson)
Makes you wiser than before (wiser)
Makes you stronger than you know
In each tear ( Make you so much more)
Bring you closer to your dreams
No mistake, no heartbreak
Can take away what your meant to be

No no we can’t be held down
No no oh noo I I I can’t held down
You you you can’t be held down
We we we can’t be held down

Love

It makes you so much stronger (stronger)
It makes you so much wiser (wiser)
In each tear (in each tear)
And You so close to your dreams
No mistake, no heartbreak can’t take away you’re meant to be

Advertisements

6 thoughts on “hidup itu

  1. temewek mewek bacanya bun, doakan yaa semoga aku bisa lebih kuat menjalani semua kedepannya, amiiinnn.. miss u already, pengen peluk peluk..

  2. Lagi mellow, teh?

    Saya pernah dinasehatin sama ibu, jangan terlalu sayang sama sesuatu/seseorang, karena kalo kita kehilangan rasanya bakal sakit banget.

    Dan saya mau nangis waktu habis itu ibu bilang, “makanya ibu bingung mau ngomong apa ketika kamu dilamar.. ibu gak pengen kehilangan kamu.”

    😥

  3. Memang kalau bisa menawar, maunya hidup terus bersama orang-orang yang kita sayangi dan menyayangi kita ya.
    Saya bahkan hingga kini sering dibayangi kekhawatiran bila suatu kelak saya masuk masa pensiun, tentang kemampuan memberikan kecukupan finansial hehehehe

    Salam bentoelisan
    Mas Ben

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s