seperti cinta kami yang sederhana

saya tahu, Tuhan itu Maha Adil dengan segala kebesaranNya.

menurut saya, Tuhan selalu punya cara menunjukkan kepada hambaNya betapa
setiap masalah itu memberi makna pada hidup.
dan masalah juga pada makna orang yang kita cintai.
mohon saya diizinkan untuk berbagi tentang oarng yang saya cintai saat ini
dan semoga hingga akhir nanti.

saya mengenal suami saya kira-kira hampir delapan tahun silam.
awalnya, memang hanya teman biasa, sampai selang beberapa tahun, kami
mulai menyadari ada kebutuhan yang saling terisi dalam hubungan kami.

saya tidak bisa bilang suami saya romantis.
jangan harapkan dia datang memberi bunga, mengucapkan kata-kata mesra, apalagi
memberi kejutan. baginya, kejutan itu bermakna harfiah, yang artinya akan
membuat target menjadi benar-benar terkejut dalam makna yang negatif.

kadang, saya iri, terhadap kenalan, teman, saudara, atau siapapun yang
pasangan hidupnya bisa seekspresif mungkin, sejelas mungkin menebarkan kasih
sayang di antara mereka. tapi kadang saya juga heran, kalau ada pasangan
yang bisa mengumbar kemesraan untuk jadi konsumsi umum. tetapi entah kenapa,
saya selalu bersyukur saat orang lain mengeluh tentang perdebatan, cekcok,
atau mungkin perselingkuhan (naudzubillah) yang menimpa mereka.
sungguh, hingga saat ini Alloh masih sangat baik pada saya sehingga hal yang demikian
dijauhkan dari kami.

kadang, saya merasa hubungan kami terlalu datar, tanpa letupan emosi.
karena saya sadari penuh, saya adalah orang yang emosional.
dalam hampir empat tahun kami membina rumah tangga, rasanya perkelahian hanya berlangsung
kurang dari tiga kali. itupun selalu berakhir dalam kurun waktu kurang dari tiga hari.

ya, beginilah cinta kami. sederhana, sampai ke dasar hati.
tidak mengikat dan tidak memaksa, namun kami tahu, tak bisa untuk hidup sendiri.
kami sadar, kami mengikat janji di hadapan Ilahi dengan tekad akan bersama hingga akhir.
kami sadar, sebelum berusaha untuk menegur pasangan, kami akan berusaha berpikir
apakah diri ini sudah terlebih dahulu ditegur.kami sadar, bahwa kebahagiaan
adalah permainan hati, pikiran dan iman, sehingga hanya dibutuhkan suatu proses
untuk mengkultuskannya dalam kehidupan. kami sadar, bahwa berdiri bersama
sebagai leher dan kepala, membuat badan tetap tegak berdiri, menatap jalan, menoleh, mendongak
dan bahkan menunduk.
ya, kami sadari itu.

dan kini, yang terpenting adalah kami sadar, bahwa setiap desiran darah dan denyut jantung
kami diberikan oleh Sang Khalik untuk saling mencinta dan menerima, dengan sederhana.

Advertisements

One thought on “seperti cinta kami yang sederhana

  1. postingan di FB udah bikin ge nangis…postingan yang ini bikin gw berfikir lagi bagaimana mendefinisikan pasangan & kriterianya lagi :(.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s