balada masuk angin

entah kenapa ingin tiba2 menulis lagi di blog yang sumpah sudah tidak apdet lagi ini..yah, maapkan lah jangankan nulis blog, itu baca paper yang setumpuk aja belum kelar2. dan aroma annual review kantor membuat saya makin stress dengan keadaan ini.

dan kali ini temanya juga nggak jauh-jauh dari stres dan hal-hal kecil tapi menurut saya lucu dan unik kalo dituangkan di sini.
jadi, ceritanya di tsukuba ini suhu perlahan tapi pasti akan turun ke daerah minus, *semoga bukan income yang minus ya*.
jujur saja sebagai anak kampung yang tinggal sekian puluh tahun di indonesia, saya nggak pernah berlama-lama di daerah dingin.kendati sekali dua kali ke beberapa negara ya palingan hanya sebentar, jadi nggak pernah ada masalah sebelumnya.cuma, yah dulu pertama kali ke hokkaido saat winter dengan salju setebal-tebal gabruk *gabruk tuh apa ya bahasa Indonesia nya*? memang sempet merasakan gejala-gejala aneh dengan sesak nafas dan sebagainya. tapi karena langsung balik Indonesia ya langsung sehat lagi begitu terpapar hangatnya matahari katulistiwa.

nah, sekarang-sekarang ini saya memasuki winter pertama saya. biarpun tsukuba nggak bersalju seperti hokkaido, tetap aja dingin menggerogoti, sampai suatu malam sepulang kantor berasa sekali kaki dan tangan ini beku sebeku-bekunya. puncaknya adalah kamis lalu di siang hari saya merasakan serangan sesak nafas yang parah yang membuat saya terpaksa keluar ruangan untuk berjumpa dengan dokter di kantor. sayang bukan jodoh, sang dokter sudah pulang ke tempat kliniknya. akhirnya saya pun berangkat mengejar si dokter ini. berbekal dengan map yang diberikan suster sebelumnya saya pun beranjak mengayuh sepeda di tengah suhu merapat ke 0C. dan ternyata keberuntungan tidak berada di pihak saya, karena si suster salah kasih peta..*hadeuh*. satu jam saya habiskan dengan berputar-putar mencali itu klinik, karena tak kunjung terlihat saya berkehendak pulang, namun ternyata di tengah jalan kembali pulang, akhirnya klinik yang tadinya hanya 10 menit dari apato saya sekarang ketemu. sialnya, si klinik pun sudah tutup. saya pun membuat reschedule untuk keesokan sore harinya. sungguh saat itu ingin teriak rasanya. dapatkah anda bayangkan dengan suhu dingin, kaki tangan sudah beku, dan nafas tersengal-sengal?

keesokan harinya, akhirnya saya bisa tiba dengan selamat di klinik si dokter, yah agak telat sih 15 menit, tapi toh masih tetap buka. nah, senangnya dengan si dokter ini dia bisa lancara berbicara bahasa Inggris, *hal yang agak susah ditemukan di Tsukuba ini*. saya pun berkeluh kesah dengan semua symptoms yang saya miliki..mulai dari sesak nafas, serangan sesak mendadak, dan sebagainya…

tahukah anda? sang dokter pun menyarankan saya untuk di Xray dan EKG…What??? buat yang tidak tahu, itu dirontgen dan dideteksi detak jantung. lah saya tanya, emang kenapa dok? dia bilang saya takut anda kena serangan jantung..*ebuset deh maksudnye?*, saya bilang sepertinya saya butuh pil buat relieving my breath nerves..dia no komen..

akhirnya saya pun dirontgen dan di ekg, pikir-pikir hebat juga ini klinik, kecil tapi peralatan lengkap, dan dalam sekejap saya pun sudah liat hasilnya dan kembali ke dokter. hasil analisanya menyebutkan,: paru-paru saya normal, *lah iye lah saya gak punya riwayat TBC*, terus jantung saya agak sedikit over prolongation..*err yang ini saya nggak tahu deh maksudnya*, lalu dia menawarkan untuk pasang EKG wireless supaya saya bisa terdeteksi 24 jam, jadi kalau ada serangan sesak nafas mendadak saya tinggal tekan tombol itu wireless sajah, nanti kedeteksi..

HA? saya pun menolak,…I only need something to relieve my nerves…dan si dokter pun menyerah, oke katanya saya boleh kembali lagi kalau saya dapat serangan itu lagi…

di tengah perjalanan pulang saya terkikik bukan main. si dokter tampaknya nggak tahu kalau saya ini masuk angin, kalau di Indonesia, ada Ibu yang sudah stenbai untu ngerokin saya, dan saat itu juga semua sesak nafas pun hilang..atau sejatinya sang suami yang baik hati memberikan massagenya yang aduhai itu dan saya pun langsung bisa kembali normal. dan kembali, saya pulang tanpa satu butir pil pun. akhirnya saya pun mencoba self medication dengan membeli alat pijat sendiri dan koyo. iya, koyo sodara-sodara. dengan sedikit self-massage dan 3 koyo tertempel di badan, akhirnya saya pun tertidur dalam kehangatan..

ah, balada masuk angin kali ini pun menjadi kenangan yang tak terluapakan buat saya. untuk dokter saya :
Mizakaya-san..arigatou gozaimasu..kore wa kaze o haraitte…bukan jantungan..hihihih

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s