bring the mirror into your pocket..


akhirnya, sudah hampir 2 tahun blog ini eksis,,,yah dengan terseak seok berjumpalitan tanpa arah yang jelas, tapi yah sekenanya tetap ada..semoga saja nggak mati dimakan waktu..hehe..

menginjak 2011 yang baru saja berlangsung 8 hari ini, saya sudah terima pelajaran hidup yang paling berharga.jadi ceritanya begini, seminggu yang lalu tepat saat tahun baru, yah biasalah semua orang berlomba-lomba menyemangati diri dengan doa-doa dan kata-kata motivasi tinggi. begitu pun yang terjadi di salah satu akun jejaring sosial saya yang punya “timeline”. setelah ucapan Happy New Year bla..bla..bla… dan seperti biasa lagi saya meramaikan situs itu. kenyataan membuktikan semakin sering anda meriung di jejaring sosial maka mungkin semakin anda menunjukkan anda cukup kesepian. saya pun mulai berkicai sesuka hati..dimulai dengan hal-hal positif sampai celetuk yang yah untuk saya sih biasa. dengan harapan biasanya teman-teman lebih kreatif kalau dapat umpan yang beginian.

saya berceloteh tentang jurumasak terkenal yang punya postur tubuh aduhai itu…tapi sama sekali loh bukan masalah fisik, ini masalah tata cara berbahasa..eh teman saya pun mulai menanggapi. respon pertama sih cukup dengan “nggak usah nyinyir tahun baru”..err Ok…saya nggak marah, tapi kok nyinyir ya bahasannya?..respon kedua, malah bilang tahun baru, “celaan tetep ya jeung” halah ini lagi kok malah begini tanggapannya…kedua respon di atas masih saya tanggapi dengan senyum dan hahah hihih hihiii, lanjut ternyata
masih ada respon ketiga, dan yang ini langsung frontal dengan bilang, ‘mau nyela tukang cela ah”..

wuidih…..kaget saya ternyata saudara-saudara…sempat agak emosih saat itu. tapi belakangan saya berpikir, wah kalau respon itu kan biasanya cepat ya? tanpa tedeng alih-alih.berarti teman-teman saya ini cukup jujur juga sama saya. saya pun diam, merenung.berpikir, benarkah apa yang dibilang teman-teman saya itu? kenapa pula harus marah, harus emosi kalau memang hal itu tidak benar. kalau emosi berarti…hehe saya nggak berani melanjutkan kata-kata itu. kok rasanya hina amat ya diri ini dibilang tukang cela, tapi yah mungkin secara sengaja atau tidak yah memang seperti itulah keadaanya..

kejadian kedua, berawal dari sadarnya teman smp saya sekian lama setelah malang melintang di akun jejaring sosial saya yang lain lagi. dia bilang dia nggak tahu siapa saya..*haduh susah emang punya wajah tak lekang oleh usia*, padahal dia udah bolak-balik kasih komen terhadap saya. yah, saya sih terima jadi sajalah. nggak penting juga terkenal untuk alasan yang tidak jelas, ya kan? nah , belakangan kami sempat curhat tentang yang pernah terjadi di sekolah dulu. usut punya usut, ternyata dia sempat sakit hati sama sikap saya saat itu. tapi saya nggak pernah minta maaf. padahal dia tahu detil semua sikap saya ke dia saat itu , dan parahnya saya hampir lupa semua itu kalau dia nggak cerita lagi..memang beginilah tindak kejahatan, pelaku suka lupa.
saya heran bukan kepalang.oh ternyata saya sempat bikin dia sakit hati toh. langsung saya minta maaf panjang kali lebar. yang membuat lucu adalah, cara dia mengungkapkan perasaannya ini. persis sama seperti cara saya mengungkapkan perasaan saya waktu ada orang lain menyakiti saya dengan alasan yang sama. dan saat saya disakiti orang lain itu saya sibuk bilang kalau saya ini disakiti, kalau kata bahasa infotainment itu “dizholimi”dan berurai air mata menunjukkan kalau saya benar-benar sakit hati..

ah dua kejadian ini membuat saya berpikir. mungkin selama ini saya terlalu egois untuk bilang saya lah yang paling benar. sayalah yang paling sedih, dan saya lah yang paling tersakiti atas ucapan, tindakan, maupun niat orang lain terhadap saya. tanpa saya tahu, apakah niat, ucapan, dan tindakan saya terhadap orang lain pun tidak menyakiti mereka. mungkin, mulai saat ini saya harus rajin-rajin mebawa kaca kemana-mana. bukan untuk memoles diri yang udah begitu-begitu aja nggak ada perubahan 😀, melainkan untuk tahu apakah yang saya niatkan, ucapkan dan lakukan terhadap orang lain tak lebih baik daripada menyakiti.

untuk teman-teman yang saya sakiti, terima kasih sudah mengingatkan saya dan mohon maaf untuk luka yang saya tinggalkan.

shall we start from the beginning? 🙂

Advertisements

One thought on “bring the mirror into your pocket..

  1. Hehehe…lidah memang tidak bertulang ya. Saya juga tanpa sadar ternyata suka nyeplos kebablasan:). Kemarin saya juga langsung glek…saat seorang sahabat imel japri kirim nominasi kalau saya Ms Sensi. Seharian saya kepikiran, bukannya nominasi harusnya something yang fun tapi kok ini malah sangat personal. Tapi setelah di pikir2…pikiran saya yang itu justru menunjukkan betapa sensinya saya ya hahahaha. Tapi tetep kok..saya sadar itu emang sifat saya. Hanya tidak mudah aja utk mengubahnya :). Hadddah kok ini malah curcol.. 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s