seperti 15 tahun silam

Kali ini bukan postingan yang aneh-aneh dan berat penuh makna,cuma ingin berbagi sedikit kebahagiaan saja.Jadi jangan harap akan ada “lesson learned” dari postingan saya yang ini.

Jadi ceritanya, setelah sekian lama punya akun jejaring “facebook” yang gosipnya mau ditutup seperti berita di sini dan film nya baru dapat Golden Globe seperti yang diberitakan di situ, saya berhasil menemukan beberapa teman sewaktu masih SMP dulu.

Yah, telat sih memang, tapi better late than never kan? Entah masing-masing sudah sibuk sendiri dengan urusannya, atau memang sudah nggak ada keinginan untuk mencari jejak satu sama lain. Berawal dari salah satu keisengan teman SMP saya itu, yang minta identitas lewat pin BB, YM atau identitas mesengger lain, mulailah kami rajin berkirim-kirim pesan via inbox di jejaring facebook tersebut. Salah satu teman saya juga inisiatif mencari sumbang saran untuk mengadakan reuni. Tapi ya dasarnya rempong, banyak kepala justru banyak anehnya dan banyak maunya.

Akhirnya berkembanglah pesan di inbox itu menjadi beberapa episode. Persis seperti sinteron yang ber-season-season, pesan di inbox kami sudah masuk season 3..:)) . Temanya, tentu bukan hanya sekadar bahasan rencana reunian, tapi sudah melebar kemana-mana. Hebatnya hal tersebut sudah berlangsung lebih dari seminggu. Yang lucu lagi, saya merasa hampir sebagian watak kami 15 tahun lalu itu yah ketahuan deh umur saya berapa, sepertinya belum berubah. Padahal status sudah sangat beda, dengan istri, suami, anak satu, anak dua, dan domisili. Semua tercampur dalam satu karakter yang seingat saya ya masih sama seperti dulu. Ada yang tetap ngeyel *seperti saya maksudnya*,yang tetep bocor *seperti kamu yang baca*, tetep tulalit *seperti kamu juga yang lagi senyum-senyum*, tetap manis *seperti dia 🙂*, tetap asal *seperti yang itu 🙂* dan begitulah adanya. Tetapi inti dari semuanya adalah menyenangkan.

Selain pesan di fesbuk yang kalau dibaca di kantor itu, harus membuat saya menutup mulut karena nggak tahan ingin ngakak, pastilah kami bertukar identitas mesengger lain. Buat saya pribadi karena tidak di Indonesia, otomatis YM lah yang jadi andalah sebagai alat komunikasi dengan mereka. Jadinya lagi, teman-teman SMP saya ini adalah teman setia saya sepanjang hari yang dengan baiknya bertanya “sibuk ya?”, “kok belum pulang?” , “eh pengen curhat dong” atau kalau sudah menjelang waktu istirahat malam, ada yang sibuk ‘eh invite dong buat conference 😀 ‘..hahaha… Rasanya teknologi yang canggih ini sudah mendekatkan jarak 15 tahun lamanya tidak berkomunikasi secara intens dengan mereka. Dalam sekejap, saya jadi tahu kehidupan teman-teman saya ini, dan begitupula sebaliknya.
Selain itu, juga ketahuan lah ada embel-embel waktu SMP dulu berdasarkan curhat-curhat teman saya ini,termasuk cinta yang tidak kesampaian..*eh teman maaf ya aku nggak ngomong loh, aku nulis ini :D*

Yah, apapun itu, saya bersyukur, bisa berteman dengan mereka yang sebagian mengajarkan kepada saya ketulusan bersahabat tanpa tedeng alih-alih. Walaupun dulu saya pernah bertengkar mungkin dengan mereka, tapi ya semua itu menjadi kesan tersendiri buat saya, dan mungkin juga kesan bagi mereka untuk mengingat saya.

teman-teman yang baik, terima kasih ya untuk cerita-cerita dari kalian, semoga kita bisa bertemu lagi suatu saat, dan silaturahmi ini tetap berjalan

Advertisements

6 thoughts on “seperti 15 tahun silam

  1. temennya seru2 ya…ga nyangka ternyata yg iseng itu yg paling tulus bertemannya…semoga bisa ketemuan deh…amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s