dan nyamuk pun bernyanyi

picture was taken from http://www.google.com/imgres?q=treehopper+membracidae&um=1&hl=en&client=firefox-a&sa=N&rls=org.mozilla:en-US:official&biw=1024&bih=578&tbm=isch&tbnid=Z4ZX_-6NeMinPM:&imgrefurl=http://rhamphotheca.tumblr.com/page/26&docid=p95LnNRNK5gSlM&w=500&h=345&ei=xU9JTrsd4-uYBa3anPMG&zoom=1&iact=hc&vpx=265&vpy=158&dur=372&hovh=128&hovw=171&tx=137&ty=101&page=12&tbnh=128&tbnw=171&start=161&ndsp=15&ved=1t:429,r:1,s:161

(gambar diambil dari sini )

Pernah dengar nyamuk bernyanyi? Saya pernah, terutama kalau tempat gelap, udara agak lembap dan hangat, dan terutama kalau kita belum mandi karena penglihatan nyamuk tidak setajam binatang-binatang lainnya. Hasil browsingan saya mengatakan kalau dalam jarak 10 meter, nyamuk banyak melihat “black-dot” atau titik hitam antara mata satu dengan mata yang lainnya. Oh ya sekadar mengingatkan, nyamuk itu punya mata faset, atau mata majemuk. Jadi matanya banyak gitu. Tapi, sebaliknya dalam jarak kurang dari 3 meter, mereka bisa merasakan kehadiran kita dengan menggunakan sensor panas yang terletak di dekat antena. Nah, sensitivitas ini meningkat seiring dengan meningkatnya kelembapan. Makanya, kalau badan kita dalam kondisi lembap, seperti belum mandi dan tinggal di daerah tropis , si nyamuk ini sering kali bernyanyi di telinga kita bukan?

 

Well, anyway ini bukan inti tulisan ini. Yang menarik, hari ini saya baru menemukan satu link di reader saya tentang bagaimana nyamuk ini jatuh cinta. Iya, jatuh cinta. Tapi ibarat cinta itu buta, justru sangat berpengaruh pada nyamuk.
Terutama nyamuk jenis Anopheles gambiae, yang membawa parasit malaria. Yang menarik dari artikel yang saya baca ini adalah, si nyamuk A.gambiae ini yang punya spesies atau jenis lebih dari 6 ini, ternyata hanya bisa melakukan perkawinan dalam satu spesies. Diberitakan, di salah satu negara di bagian barat Afrika, Burkina Faso, ada dua jenis nyamuk A.gambiae, yakni tipe M dan S. Uniknya, kedua jenis nyamuk ini sulit dibedakan secara kasat mata, kendati sudah dilihat di bawah mikroskop sekalipun. Nah, untuk membedakan kedua spesies, diperlukan ketelitian molekular untuk tahu bedanya.Ituloh dilhat DNA nya, yang pake ekstraksi DNA, bla-bla-bla dengan protokol laboratorium deh.

Oh tenang, saya nggak akan bahas sisi molekularnya, wong saya nggak pernah neliti nyamuk kok. Jadi yang menarik dari artikel ini adalah bagaimana si nyamuk bisa menemukan “chemistry” antara yang jantan dengan yang betina, padahal mereka sendiri tidak bisa membedakan satu spesies dengan spesies lainnya. Perlu dicatat, kalo perkawinan yang fertil itu hanya berlangsung apabila satu organisme berada dalam satu spesie (kambing dengan kambing, kucing dengan kucing, saya dengan suami saya…eh?). Nah, menarik toh

 

Mungkin si nyamuk menganut prinsip If Love is Blind –I ‘ll find my way with you, kira-kira begitu kata si Tiffany di era 1980-an. Karena fakta ini , Gabriella Gibson dari University of Sussex dan Natural Resources Institute of the University of Greenwich, UK, menemukan, bagaimana cara si nyamuk ini menemukan pasangan hidup. Caranya, Gibson dan rekan-rekan ini mengambil dua sampel larva nyamuk jenis S dan M yang masing-masing diberikan perangkat di bagian sayapnya yang dihubungkan dengan detektor. Nah, kedua nyamuk ini didekatkan dalam jarak kurang dari beberapa cm saja. Dan diantara keduanya ditempatkan mikrofon untuk tahu bagaimana bunyi yang keluar dari gerakan sayap mereka. Uniknya, antara nyamuk S dan M ternyata punya pola pergerakan sayap yang berbeda yang terdeteksi dari suara sayap yang dikepakkan lewat mikrofon. Pada akhirnya, si nyamuk sendiri tahu bila lawan pasangan yang didekatkannya itu adalah dari satu spesies atau beda spesies.Ibaratnya, kalau mereka satu spesies ( S dengan S, atau M dengan M), mereka langsung bisa mendengarkan “chemistry” lawan jenis dan langsung melakukan perkawinan. Namun, sebaliknya kalau lawan “duet” mereka datang dari beda spesies (M dengan S) maka mereka pun beranjak pergi menjauh. Subhanaulloh. It is a great thing isn’t it? They fall in love by the song..:)

Untuk tahu lebih jelasnya, artikel nyamuk itu ada di sini

Iseng-iseng, *sungguh ini iseng* saya buka aplikasi Al-Qur’an di handphone saya. Bermodalkan kata kunci , nyamuk saya coba cari apa ada perumpamaan nyamuk didalam AlQuran? And the amazing part is..I found it. Satu ayat dari Surat Al Baqoroh ayat 26, yang Insha Alloh begini isinya ;

” Sesungguhnya Alloh tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu….”

Praise only for Alloh with His All Mighty. Tapi kepuasan saya belum berhenti sampai di situ. Iseng-iseng lagi saya browse mencari keterkaitan nyamuk dengan AlQuran. Seperti terkutip dari lamannya Harun Yahya yang ini , dan mungkin semua orang juga tahu, kalau yang mengisap darah itu adalah nyamuk betina. Mhh…otak saya kembali menelusuri ayat AlQuran tadi hanya saja kali ini dengan bahasa Arabnya. Jujur, saya pernah belajar bahasa Arab, tapi bahasa Arab saya nggak canggih. Dengan kecurigaan ada kata-kata “bau’dhotan” yang dalam bentuk kata Arabnya ini ada huruf “ta marbutoh” yang kepemilikannya hanya disandangkan bagi perempuan. Dalam hati saya bertanya, apa ini artinya nyamuk ya? Dan….dengan keunggulan si Mbah Google Translate, saya pun mencari entri “nyamuk” untuk mendapatkan bahasa Arabnya..And…guess what…dalam tulisan itu tampaklah…Ba’udhon…yang ini adalah kata benda untuk nyamuk.

Subhanaolloh.Again…OH dear Lord You are really the All Mighty.

Jadi, dalam kitab yang sudah berumur sekian ribu tahun itu, sudah tertulis perumpamaan nyamuk khususnya nyamuk betina. Nyamuk betina, yang banyak dibenci karena menyerap darah, membuat gatal dan bentol badan, membuat sakit malaria. Isn’t it miraculous? The thing that only discovered these days were already mentioned so long ago? Masihkah kita meragukan kebenaran AlQuran dan segala isinya?

Insting research saya belum puas sampai disitu..Saya search lagi di dalam Alquran, apakah ada keterkaitan mahluk kecil ini dalam hal lain. Kali ini saya masukkan kata sayap dalam aplikasi pencarian di tafsir Quran saya. Muncullah beberapa ayat yang mengandung kata-kata sayap dalam Al Qur’an. Yang menarik, justru yang keluar dari QS35: 1 yang Insha Alloh terjemahan dalam Bahasa Indonesianya seperti ini:

” Segala Puji bagi Alloh pencipta langit dan bumi. Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap , masing-masing (ada yang ) dua, tiga, dan empat. Alloh menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya…”

Mulailah saya search lagi. Kok itu sayap ada dua, tiga, dan empat ya? Okelah kita tahu sebagian besar insekta sayapnya itu ya kalo ngggak dua ya empat toh (alias sepasang atau dua pasang). And again, entah apa yang menunjukkan saya kepada kesimpulan ini. Ternyata bulan May lalu, grup peneliti dari Wisoncsin US, menemukan sayap ketiga…iya sayap ketiga dari sejenis belalang pohon. Sayap ketiga ini jadi mirip sebuah mahkota yang berkaitan dengan bentuk pertahanan yang berkaitan dengan cahaya. Sebelumnya, para peneliti percaya sayap tambahan ini adalah mahkota dari si belalang pohon ini. Namun, melalui paper yang tertulis itu, justru morfologi mahkota ini lebih banyak terkolerasi dengan sayap. Nggak percaya? Silahkan dibaca sendiri di sini …bahkan gambar si belalang sendiri sudah dijadikan cover di majalah yang sama untuk edisi May 2011. Sekadar catatan , majalah sains ini namanya Nature, buat kami yang bekerja di bidang Sains, majalah ini punya prestise yang paling tinggi. Jadi suatu riset yang biasanya masuk Nature, dapat dipastikan (Insha Allohu taala) memiliki kredibilitas penelitian yang valid.

By the end, saya cuma bisa berucap …Maha Suci Alloh dan Segala pujian hanya untukNya..

Dan Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik. (QS 2: 99)

Advertisements

2 thoughts on “dan nyamuk pun bernyanyi

    • alhamdulilah..praise only for Alloh the allmighty…ahik aku jadi malu..hahah itu cuma iseng gak bisa tidur bu…aaamiinn..aaamin, ketularan yang baik2 aja yaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s