Balada si Urine Unta

Tergelitik rasanya membaca perdebatan teman saya soal ulama yang menyatakan hadist mengenai kencing/urin unta yang kerap dipakai untuk pengobatan di zaman Rasullullah. Disclaimer : saya tidak tahu kesahihan hadist tersebut, jadi saya tidak akan kutak katik soal hadist tersebut. Banyak argument bermunculan, baik pro ataupun kontra. Mereka yang pro tentu saja beranggapan, betapa  aturan di dalam Islam sedemikan lestarinya hingga hadist ribuan tahun lalu sangat relevan dengan kehidupan dan sains hingga kini. Yang kontra, biasanya langsunglah kemukakan, urine kan najis, hal itu menjijikkan, dan belum terbukti keilmiahannya. Yang menarik ternyata, potensi urin  (dan susu , yang sebenarnya lebih banyak dibicarakan) unta sebagai obat ini telah ditulis dalam beberapa jurnal ilmiah yang kemudian dicari lagi perdebatannya antara kedua belah pihak mengenai kredibilitas jurnal yg menerbitkan studi tersebut .

Saya jadi tertarik untuk iseng-iseng searching di PubMed, mengenai studi urine onta yang disebut-sebut sangat berpotensi sebagai obat. Kalau anda belum kenal sama PubMed, PubMed adalah direktori jurnal tentang bioteknologi dan kesehatan milik National Institutes of Health, USA. Buat kami-kami yang meneliti biomedis dan bioteknologi, PubMed adalah direktori termudah karena banyak menginformasikan tentang studi-studi mengenai kesehatan dengan kredibilitas yang yah lumayan bagus lah, walaupun kadang masih ada juga jurnal-jurnal hasil sitasi PubMed yang ditarik karena sesuatu dan lain hal.

Kembali ke soal urine unta, ternyata dengan memasukan kata kunci “camel urine” saya dapatkan 97 temuan yang berhasil disitasi PubMed (bukan PubMedCentral) . Iya, 97 studi alias 97 penelitian. Apakah semuanya tentang manfaat urin unta? Sayangnya bukan, hanya sekitar 10% di antara sitasi-sitasi tersebut yang mengungkapkan soal urine unta dan potensinya bagi kesehatan. Hei jangan salah loh bisa tembus 9-10 studi juga membuktikan ada yang menarik dari si urine unta ini. Lalu, topik apa yang sudah dikerjakan mengenai urine unta ini? Rupanya, peneliti yang kebanyakan dari daerah Peninsula mulai melirik ke  urine unta untuk melihat potensi anti diare, anti kanker, anti platelet, dsb. Wah hebat dong urine unta ini. Bisa jadi, karena bersamaan dengan si urine unta, banyak penelitian juga mengarah ke susu unta. Mau tahu berapa sitasi yang dibangun PubMed untuk susu unta? Ada 499 studi. Artinya susu unta bisa jadi memiliki potensi 5x  lebih banyak dilirik sebagai bahan penelitian  yang bisa diaplikasikan bagi kesehatan. Sebagai pembanding, saya ganti keywordnya dengan Moringa oleifera alias  tanaman kelor (iya daun kelor yang biasanya banyak dicari itu). Sebanyak 674 sitasi dikeluarkan PubMed kalau saya pakai M.O sebagai kata kunci. Apa MO lebih bagus dari susu unta? Atau urine unta? Tidak juga, harus dibandingkan dulu apakah studinya memang bisa dibandingkan atau tidak dan efikasinya apakah sama atau tidak. Tetapi yang jelas lebih banyak potensi yang sudah digali pada tanaman kelor ketimbang susu unta maupun urine unta.  Jadi bukan berarti yang dikemukakan ustadz X mengenai pengobatan dengan susu unta itu salah dong? Hanya belum lebih banyak digali kan?
Continue reading