I will try harder…

It was a usual morning like we used to have. That morning Jan 15 2013 the snow is likely to be in Tsukuba, our recent home.
The snow that we’ve been waiting for since this winter started, is nothing but a cold and huge wind.
Actually the snow came the day before that even we played outside under that snow shower.
It was fun anyway, a fun that might not would never be seen in Indonesia, our homeland.
Such a memorable day.

So that morning, I set up a plan to do what I have to do, just like the normal days, with an additional agenda
that I would have a flight to Sapporo after lunch to have a pre-defense of my thesis.
Everything runs normally, as normal as several minutes to move away Harvy from his blanket. (really this is
my most challenging moment these days).
We already planned to use the bus to Harvy’s daycare since the road were slippery, and it was quite dangerous to bike with Harvy.

So, as I always do to Harvy, I push him in a hurry, to catch the bus schedule.
A bit worries might written on my face, until he said : Mommy, be nice OK, don”t
get to tensed.. So, directly I lower down my voice.

There we were finaly waiting at the bus stop exactly at the moment, and we realized a lot of cars
were on the queue due to traffic jam.
I do not know whether that due to snow
or the traffic light or whatever, its just that they were stuck.
We were not the only one in the bus stop.
A women whom I guess wanted to go to work, and a student also wait
there.
Minutes has passed, but the buss still out of nowhere to be seen.
Though it was a sunny day, still the temperature was quite cold.
And this is Tsukuba, where the wind blows with the
temperature more than snow falling in Sapporo I supposed.

Harvy starts to cranky, less patient, and remain asking where is the bus?
Untill he asked me to walk to school instead of keep waiting while the traffic-jam
was rolling and the bus were far away from coming. Continue reading

1433 di negeri sakura

Ied mubarrok!! Mohon maaf lahir batin, duh udah seabad nggak menulis bikin saya merasa bersalah dan bodoh. Iya, jarang menulis bikin bodoh  buat saya bukan buat orang lain tentunya. :). Kadang saya bingung untuk memulai lagi menulis di blog ini, karena kadang suka malu sendiri kok isinya hanya curhat doangan, nggak mutu, meaningless, jadi saya sibuk nyari bahan postingan yang agak berkelas sedikit. Tapi hal itu selalu saja bikin saya males posting, gatot, karena kebanyakan mikir. So instead I am being productive by try to think productively, I hold back my will to become procastinating. Sama aja bohong, so,biarlah isi blog ini mengalir apa adanya, nggak kebanyakan mikir . 🙂

Jadi tahun ini, saya kembali merasakan Ied Mubarrok di Jepang. Tapi tiga kali berlebaran di sini itu aseli nuansanya beda-beda. Mungkin ini nikmatnya yah, blessing in disguise kalo kata di film-film. Kalo di kampung halaman kan cenderung  yah begitulah lebaran, as always, heuheu. Tapi di sini saya merasakan hal yang berbeda.

Apa yang beda??  Continue reading

posting tak berujung

Genap 5 bulan sudah saya tidak memposting satu tulisan sama sekali, yak memang saya blogger yang tidak konsisten, mohon dimaafkan..heuheu..
Alasannya selalu sama, nggak sempat, yang seharusnya diganti menjadi males. Tapi memang belakangan ini saya seperti kehabisan tenaga, ibarat handphone, maka baterainya sudah soak, yang setiap hari harus dicharge, dan setiap dipakai langsung ngedrop. *ini apa sih kok perumpamaan gadget begini?* 😛

Sempet kaget juga, lama nggak posting banyak yang menanyakan, kok nggak pernah ada tulisan lagi nih dari mpo? *jieh, ngerasa banget punya fans, alhamdulilah* ditimpuk masssa..Jadi, untuk menjawab kerinduan pembaca blog ini..*BLAH* saya sedikt menongolkan diri, tapi mohon maaf kali ini temanya nggak berat-berat ya, otak sudah terlalu penuh. Continue reading

seperti cinta kami yang sederhana

saya tahu, Tuhan itu Maha Adil dengan segala kebesaranNya.

menurut saya, Tuhan selalu punya cara menunjukkan kepada hambaNya betapa
setiap masalah itu memberi makna pada hidup.
dan masalah juga pada makna orang yang kita cintai.
mohon saya diizinkan untuk berbagi tentang oarng yang saya cintai saat ini
dan semoga hingga akhir nanti.

saya mengenal suami saya kira-kira hampir delapan tahun silam.
awalnya, memang hanya teman biasa, sampai selang beberapa tahun, kami
mulai menyadari ada kebutuhan yang saling terisi dalam hubungan kami.

saya tidak bisa bilang suami saya romantis.
jangan harapkan dia datang memberi bunga, mengucapkan kata-kata mesra, apalagi
memberi kejutan. baginya, kejutan itu bermakna harfiah, yang artinya akan
membuat target menjadi benar-benar terkejut dalam makna yang negatif.

kadang, saya iri, terhadap kenalan, teman, saudara, atau siapapun yang
pasangan hidupnya bisa seekspresif mungkin, sejelas mungkin menebarkan kasih
sayang di antara mereka. tapi kadang saya juga heran, kalau ada pasangan
yang bisa mengumbar kemesraan untuk jadi konsumsi umum. tetapi entah kenapa,
saya selalu bersyukur saat orang lain mengeluh tentang perdebatan, cekcok,
atau mungkin perselingkuhan (naudzubillah) yang menimpa mereka.
sungguh, hingga saat ini Alloh masih sangat baik pada saya sehingga hal yang demikian
dijauhkan dari kami.

kadang, saya merasa hubungan kami terlalu datar, tanpa letupan emosi.
karena saya sadari penuh, saya adalah orang yang emosional.
dalam hampir empat tahun kami membina rumah tangga, rasanya perkelahian hanya berlangsung
kurang dari tiga kali. itupun selalu berakhir dalam kurun waktu kurang dari tiga hari.

ya, beginilah cinta kami. sederhana, sampai ke dasar hati.
tidak mengikat dan tidak memaksa, namun kami tahu, tak bisa untuk hidup sendiri.
kami sadar, kami mengikat janji di hadapan Ilahi dengan tekad akan bersama hingga akhir.
kami sadar, sebelum berusaha untuk menegur pasangan, kami akan berusaha berpikir
apakah diri ini sudah terlebih dahulu ditegur.kami sadar, bahwa kebahagiaan
adalah permainan hati, pikiran dan iman, sehingga hanya dibutuhkan suatu proses
untuk mengkultuskannya dalam kehidupan. kami sadar, bahwa berdiri bersama
sebagai leher dan kepala, membuat badan tetap tegak berdiri, menatap jalan, menoleh, mendongak
dan bahkan menunduk.
ya, kami sadari itu.

dan kini, yang terpenting adalah kami sadar, bahwa setiap desiran darah dan denyut jantung
kami diberikan oleh Sang Khalik untuk saling mencinta dan menerima, dengan sederhana.

ibu, jaga lisanmu!

bicaralah secukupnya, karena Tuhan hanya menciptakan satu mulut untukmu, namun perbanyaklah mendengar, dengannya Tuhan sediakan dua telinga

kira-kira begitu isi quote yang pernah saya dengar. dan hari ini pun quote itu terdengar lagi. saya mendapatkan ilmu hari ini. tentang bagaimana doa seorang ibu akan menjadi sangat mustajab karenanya. tentang bagaimana seorang Ibu menjadi sekolah untuk anaknya.

Ibu, mahluk yang ditinggikan derajatnya dibandingkan Ayah, begitu kata ajaran agama saya. tanpa mengkesampingkan peranan seorang Ayah yang juga amat besar, lisan seorang Ibu adalah cermin bagi anaknya. jadi, jangan harap anak akan bicara baik-baik kalau kita, si ibunya tidak memperdengarkan kata yang baik. jangan kaget kalau anak suka bicara dengan nada tinggi kalau di rumah kerap kali yang didengar adalah ibu yang suka mengomel dengan nada dasar “si” yang ini gue banget..

ah, saya bangga…sejuta, semilyar, setrilyun kali bangga jadi ibu. walau dengannya badan saya mekar, tidur saya berkurang, jam menonton film favorit tidak ada, waktu dengan suami tersita, penampilan tidak sexy lagi haha emangnya pernah, *ambil kaca*..sungguh saya bangga sekali..

dan betapa jauh lebih bangganya saya, begitu hari ini beberapa ilmu diwariskan kepada saya yang mengatakan doa ibu adalah keridhaan Tuhan..seketika ibu berucap Tuhan pun mengiyakan, dan sedetik batin tersirat Tuhan pun menyetujui..bahkan tanpa kata itu terucap terlebih dahulu..dan betapa saya menyadari semua itu saat selalu terngiang doa Ibunda tercinta untuk saya, sehingga saya seperti sekarang.betapa kasih yang tak terbalas telah diberikan Ibunda hingga kini masih saja memberikan jiwa dan raga hanya untuk anak dan cucu kesayangannya

dan saya tercabik-cabik, mengingat kerap kali saya sering marah kepada anak, kerap kali saya minta anak saya untuk mandi, tapi kok yo ibunya belum mandi. tak jarang juga saya diluar batas kesabaran dengan segala kelelahan pulang kerja, saya emosi dengan anak..sungguh, rasanya ingin saya lakban saja mulut ini kalau hal-hal demikian saya ingat. dan betapa menyejukkannya saat saya mendengar teman-teman saya di sini bisa menjawab semua perkataan anaknya dengan lemah lembut, seolah menunjukkan kasih ibu yang terdalam.dan betapa bencinya saya begitu menyadari anak saya ribuan mill jauhnya tak lagi mendengar perkataan bundanya yang seharusnya menyejukkan ini secara langsung..dan betapa sedihnya mendengar ibu yang dengan gagahnya membentak dan menghardik anak di dekatnya..padahal andai dia tahu, separuh jiwanya pergi saat jarak memisahkan raganya dengan buah hati tercinta..

untuk Harvy : maafkan bunda untuk tidak ada di sisi mu saat ini, maafkan bunda untuk ucapan yang menyakitkanmu selama ini, maafkan bunda untuk tidak memberikan kasih dan kelembutan yang harusnya kamu dapatkan…semoga Alloh masih berbaik hati memberikan ruangnya di muka bumi ini untuk mempertemukan kita, nak..seluruh rasa rindu ini hanya untuk kamu ..
untuk Ibu : seandainya bisa kuberikan hidupku untuk kebahagiaan yang telah kau berikan, akan kulakukan, walaupun aku dan Tuhan tahu, tak akan pernah cukup ..

*saat kerinduan anak dan ibu berada di puncak*

welcoming march!!!

1 Maret..2010…

ah, cepat sekali ya 2010 itu berjalan, tau-tau sudah di bulan ketiga..mari flashback dulu merenungi apa yang terjkadi 2 bulan kemarin..

skala international dulu…ada gempa di Haiti, Ryukyu dan terakhir Chille, dahsyat semua, rata-rata tergolong gempa besar di atas 6 SR.kalau ditanya keterkaitan antara semuanya, menurut saya mah yang hanya orang awam pasti ada, apalagi terjadi dalam kurun waktu yang berdekatan.seharusnya kita bersyukur ya, masih diberi kesehatan dan dijauhkan dari bencana macam itu

kemudian skala nasional..*sigh* sungguh saya sebenarnya nggak mau dan bener-bener malas kalau mengomentari keadaan negara ini. kurang tahu bagaimana caranya berkomentar tepatnya. tapi ini sudut pandang pribadi saya jadi biarkanlah adanya ya. entah kenapa saya mulai risih dengan gebrakan *kalau bisa disebut itu sebagai gebrakan* pansus century yang makin aneh dan nggak jelas arahnya itu. semakin hari semakin menggelikan saja, sampai beberapa hari ke belakang ini saya emoh baca koran guna melihat perkembangannya. pernah, ingin sekali rasanya menempatkan mereka pada posisi seperti saya terjepit di antara rebutan oksigen kereta itu seperti yang saya muat di sini supaya mereka paham, bangsa ini butuh pertolongan segera bukan tontonan adegan sana-sini yang tak kunjung jelas apa maunya.sekali lagi mohon maaf untuk mereka yang katanya mau mengusut tuntas kasus century itu, tapi masalah di negeri ini bukan hanya century..Bapak-bapak, Ibu-Ibu..

skala regional..euleuh yang ini keliatan maksa tapi ya, biarkan sajalah. akhirnya banjir juga, seperti yang dikhawatirkan sebelumnya. seperti biasa lagi februari adalah bulannya banjir yang bersumber dari Ciliwung-Cisadane dari tempat bermuaranya pintu air Katulampa Bogor tempat saya tinggal. Jangan salah loh, beberapa tempat di Bogor juga banjir, alhamdulilah bukan tempat saya. Tetapi, menurut hemat saya lagi banjir kali ini relatif lebih mudah diprediksi ketimbang banjir-banjir tahun sebelumnya. *banjir kok diprediksi, mbok ya dihindari*

skala lokal, nah kalau yang ini ada cerita seru. dulu waktu saya masih gadis..*halah kayak lagu dangdut*, saya tinggal dengan Ibu dan kedua kakak saya di daerah Jakarta Pusat selama berpuluh tahun. Saat saya memulai hidup dengan suami tercinta, kami pindah ke Bogor dari rumah kontrakan satu ke rumah kontrakan lain dan akhirnya punya rumah sederhana sekali ini *yeay*. Kepindahan saya ke Bogor di tahun 2006 diikuti oleh ikutnya Ibunda tercinta di tahun 2007, menjelang kelahiran pangeran kecil saya, lalu disusul kakak perempuan saya yang ikut jadi kaum suburb di komplek perumahan saya ini. Nah, puncaknya minggu lalu kakak saya yang lelaki pun, ikutan memboyong keluarga ke rumah barunya di komplek saya ini.hahah..:). Jadilah kini, di awal maret 2010, nuansa kehidupan kumpulnya keluarga kami di Jakarta kembali terulang di Bogor..haduh ini urbanisasi massal ceritanya.

skala personal..nah, kalau yang ini, saya bingung mau mulai dari mana. yang jelas, bulan ini mungkin bulan terakhir saya sementara tinggal di Indonesia. akhir bulan nanti, saya sudah harus meninggalkan separuh jiwa saya ini ke Tsukuba. semua rasa campur aduk dalam hati. apalagi kalau lihat pangeran kecil saya itu..*mewek lagi deh*..doa saya dalam hati, Semoga Alloh memudahkan langkah saya dan keluarga di tahun ini.

about the equilibrium

sebenarnya bukan mau sok science or gimana gitu..tapi ini benar-benar padanan kata yang menjelaskan isi blog saya yang sederhana banged ini..

equilibrium itu kan artinya setimbang, dari segi ukuran jadi yang kiri sama yang kanan sama, yang sebelah atas sama bawah seimbang dan sebagainya

nah blog saya ini juga begituh, seimbang dari seluruh visi dan misi hidup saya..ada kalanya saya sebagai ibu, sebagai istri, sebagai anak…repot sama urusan rumah tangga..adakalanya lagi saya sebagai scientist yang pengen share info-info science yang kata orang membosankan…adakalanya lagi saya sebagai diri saya yang ceria, suka ngambek, rada moody, nggak bisa dendam lama-lama, dan bawel ini..

jadi ..kalo meringkas equilibrium dalam bahasa keren ya itu artinya akan seperti ini ..mmm….hh…

gado-gado