pake tangan bagus dong sayang

gambar diambil dari http://barkyrzone.files.wordpress.com/2008/10/tangan-kanan.jpg

Sebelumnya, mari ngerumpiin yang ringan saja, mengingat otak lagi keram..
Mba-mba, mas-mas, jeung-jeung, pernah dong ngajarin anaknya, keponakan, adiknya, ato anak siapa lah..kalo menerima, salaman, memberi, sesuatu itu harus dengan tangan kanan?ini kan sudah membudaya ya di negeri kita tercinta kita ini..nah biasanya kalau anak, keponakan, adik tidak menerima dengan tangan kanan, alias pakai tangan kiri..kita biasanya suka protes kan..bilangnya gini :

“eits, pake tangan bagus dong, or tangan kanan dong”…

Saya jadi tergelitik dengan kata-kata “tangan bagus” itu…asumsinya, tangan kanan adalah tangan bagus, lalu kalau tangan kiri?tangan tidak bagus??kok jahat amat ya?masak ada tangan tidak bagus alias tangan jelak, padahal sama-sama ada lima jari (missal jarinya lengkap), ada ibu jari juga, ada telunjuk, jari tengah, dan lain-lain..masa dibilang tidak bagus?atau kalah bagus dengan tangan kanan?ah perasaan kalau saya lihat sama kok, simetris, paling bedanya ya garis tangan yang suka dipakai buat ramal sama ki joko bodo (tepok jidat, mulai bleber )..

Saya sendiri tidak pernah pakai istilah itu, selalu saya bilang sama anak atau keponakan, pake tangan kanan untuk menerima..bukan apa-apa, saya menghargai tangan kiri seperti halnya tangan kanan, bahkan kadang saya cenderung sedih sejak kecil saya sudah dididik untuk memiliki preferensi terhadap tangan kanan, jadi produktivitas tangan kiri jadi berkurang..apa-apa kalau pegang enaknya tangan kanan, khusus untuk diluar hal-hal seperti makan, minum, menerima dan memberi sesuatu dari orang lain tentunya..
Menurut saya, semua tangan bagus, ada fungsi dan tugas masing-masing..jadi kalau kita suka bilang pakai tangan bagus yang kita maksud dengan tangan kanan, mungkin secara tidak langsung kita mendiskreditkan tangan kiri kita yang sebenarnya juga punya kekuatan dan potensi kegunaan seperti tangan kanan. Mungkin ini hal sepele, tapi buat saya, ini perlu jadi perhatian, karena dengan begitu kita jadi menghargai semua bentuk dan wujud diri hasil rekayasa Sang Pencipta..
Jadi..masih maukah bilang “pake tangan bagus dong saying”?

Anakmu bukan anakmu

your baby

Kalau ingin merasakan cinta sejati …….satu saran saya :

Have a kid.

Ibu-ibu pasti akan setuju dengan saya. Dijamin 100 %.

 

Satu, bayangkan badan anda bisa melebar dan membengkak dalam kurun waktu yang dapat ditebak selama ± 40 minggu.

Dan saat itu pula rasa kagum, kaget, terkejut datang silih berganti mengingat anda adalah incubator tempat benih itu berkembang.

Apalagi kalau anda sudah dapat melihat wujud si jabang bayi lewat USG.. Wow..Segala puji hanya untukNya

Dan lebih seru saat anda mulai merasakan tendangan dan gerakan-gerakan ajaib bayi anda di dalam perut..

(Yeah, you rock baby).  Saya yakin morning sickness, ngidam nggak jelas, begah, gerah, sesak nafas yang anda rasakan selama kehamilan pun nggak akan anda hiraukan.

What a marvelous moment !!!!!!!!!!!!!

 

Dua, saat anda mulai menjalankan fungsi pertama sebagai Ibu, yakni dengan melahirkan.

Rasa sakit yang tidak terperi (walopun ada juga yang nggak sakit katanya), hidup antara dua dunia (Saya pernah mengalaminya….alive or dead??), sampai air mata pertama yang keluar waktu bayi mungil itu menangis mengirup udara dunia….

Maha Suci Alloh dengan segala scenario melahirkan yang mengagumkan itu

 

Ketiga, saat anda lelah berhadapan dengan sang bayi,

Mulai dari tawa, tangis, kurangnya waktu istirahat,dan sakitnya anak..

Oh Tuhan..tidak pernah ada rasa khawatir seperti rasa khawatir seorang Ibu terhdap anaknya…

 

Keempat, saat anda menyadari bahwa anak anda harus pergi meninggalkan anda.

Memulai hidup dengan wanita atau pria lain, menjauh dari anda, ato bahkan meninggalkan anda di dunia terlebih dahulu??

 

Betapa besar pun pengorbanan Ibu kepada anaknya, anakmu bukan milikmu Ibu.

Dia akan datang untukmu, memberimu segalanya, cinta, rindu, benci, tawa, canda, dan air mata.

Tapi anakmu tetap bukan anakmu. Karena dia akan pergi kapanpun.

Dan kau tidak akan pernah siap untuk itu.

Maka lepaskanlah ia, seperti seluruh cinta dan pengorbanan yang telah kau lepaskan selama kalian  hidup.