about the equilibrium

sebenarnya bukan mau sok science or gimana gitu..tapi ini benar-benar padanan kata yang menjelaskan isi blog saya yang sederhana banged ini..

equilibrium itu kan artinya setimbang, dari segi ukuran jadi yang kiri sama yang kanan sama, yang sebelah atas sama bawah seimbang dan sebagainya

nah blog saya ini juga begituh, seimbang dari seluruh visi dan misi hidup saya..ada kalanya saya sebagai ibu, sebagai istri, sebagai anak…repot sama urusan rumah tangga..adakalanya lagi saya sebagai scientist yang pengen share info-info science yang kata orang membosankan…adakalanya lagi saya sebagai diri saya yang ceria, suka ngambek, rada moody, nggak bisa dendam lama-lama, dan bawel ini..

jadi ..kalo meringkas equilibrium dalam bahasa keren ya itu artinya akan seperti ini ..mmm….hh…

gado-gado

my status of life

beberapa hari belakangan saya pusing dengan status yang saya sandang ..well oke..sebenernya bukan dengan statusnya tapi dengan kewajiban dan wewenang dari status saya itu..arghhh sumpah rasanya mau muntah terus menerus kalau ingat..

dan puncaknya adalah minggu kemarin, akhirnya saya tumbang dengan status dan saya sebagai ibu, istri, anak, pekerja, dan pemburu sekolah..kenapa begitu?oke, ini saya jabarkan satu-satu..

pertama, sebagai ibu..ini sudah teken kontrak semenjak pagi pertama saya tahu saya hamil lewat test pack…ada seribu pertanyaan saat itu dan saat ini mulai terjawab dan pertanyaannya masih saja tetap banyak…
OK..tapi yang mencengangkan adalah pada saat saya sudah full time jadi ibu, dalam arti kata sudah melahirkan anak saya tercinta ituh…dan sampai anak saya sekarang sudah mulai jadi batitia..betapa waktu cepat berlalu dan pekerjaan saya masih panjang..
dan memang benar kata prang pekerjaan ibu adalah saat matahari terbit hingga anggota rumah terpejam, tak terbendung banyaknya…mulai dari ajak main anak, mau mendengarkan rewelan dan rengekan sang anak, meladeni makan, minum, mandi, buang air , dan bla-bla-nya anak, sampai waktu anak untuk potong rambut, beli bantal baru, beli obat nyamuk buat anak, dan sikat gigi anak (yang ini belum kesampaian karena tiap kali belanja saya lupa terus..:( ), oh satu lagi ketinggalan, anak saya punya kebiasaan bangun tengah malam untuk minum susu kotak ataupun teh manis hangat, jadi dengan mata rada2 terpejam saya harus tetap fokus dengan semua itu..
mengeluh??oh tidak..nggak mengeluh, tapi cubung saja, nggak salah toh..however senang rasanya sudah memiliki anugerah terindah dalam hidup ini…

nah status kedua sebagai istri, yah ini adalah “other printilan” (meminjan kamus ibu saya) yang tak kalah pentingnya, biasa deh suami minta ditemani ini, mau ini sama saya, maunya kesitu kalau ditemani saya, minta dibeliin ini sama saya, mau dipijitin sama saya, ditambah kalau penyakitnya kumat, haduh harus ekstra sabar menghadapi (oh ya lupa, saya juga sudah teken kontrak bawa-bawa nama Sang Kholik buat terikat sama dia sehidup semati..semoga waktu itu saya nggak lagi mabok :D)

yang ketiga, status sebagai anak, yah biasa lah ini juga, harus dengarkan wejangan orang tua, orang tua datang harus dilayani, padahal maunya tidur, maunya leyeh-leyeh di rumah, tapi diajak jalan-jalan harus oke lah, mau mendengarkan curhat orang tua, mau dengar komplain orang tua, bla-bla-bla…soalnya saya juga orang tua toh?? (berpikir keras, semoga anak saya ndak ngambil sisi negatif ibunya :P) )

yang keempat, sebagai personal assitant, haduh yang ini pagi siang sore malem buta harus on kalo diajak omong kerjaan, dimintai ide, sumbang saran, harus siap kalau diminta ini itu dikerjakan mendadak, blablabla (nanti akan ada kesempatan untuk tahu bos saya yang super duper ajaib itu 🙂 )

yang kelima..sebagai pemburu sekolah, sudah sekali ditolak dan masih harus struggel untuk yang lain mengingat cita-cita tak boleh kalah oleh waktu dan jarak..semua kendala harus bisa diatasi dan semua kegagalan tidak boleh menjadi penghalang dalam menuntaskan cita-cita, apapun bentuknya saya harus tetap semangat untuk mengejar cita-cita saya yang satu itu

dan terakhir..Ya Alloh..yang ini sungguh saya nggak pengalaman, sebagai mandor bangun ruman, mulai dari pembelian, pengawasan, desain, sampe pengerjaan kudu mengawasi..yang tadinya saya nggak kenal plafon, pondasi, eternit, harga keramik, paralon, engkel, bla-bla-bla, dan yang parah adalah kalau sudah merekapitulasi berapa rupiah yang sudah dikeluarkan untuk rumah sarang burung saya yang imut dan mungil itu..

arghh…saya benar2 sigh..(secara harfiah hal ini saya lakukan, literally) sumpah..saya rada lelah dengan status saya itu..salahkah saya?tidak bukan?ini cuma salah satu fase hidup yang harus saya lakoni toh….