sejumput rindu untukmu

kau datang pagi itu..
setelah sekian lama kutunggu
kau pecahkan sunyi..dengan suaramu..
dan kau buat sesuatu mengalir dari mata ini..

dan kau tersenyum saat itu..
selalu dengan tatapan yang sama
seakan berkata semua baik-baik saja..

tapi kau robek hati ini..
kau hempaskan diri ini ke dalam kesedihan yang hampir membuat gila
saat kusadari tak kurasakan lagi lembutnya sentuhanmu…

kau tersenyum malam ini..
seperti senyum yang kau bawa seribu hari yang lalu..
senyum yang membuatku tetap berdiri,
disini..sendiri…
memendam sejumput rindu..

untukmu…

harvy raffa azami

semoga air mata bunda malam ini mengantarkan nyenyak tidurmu..

ibu, jaga lisanmu!

bicaralah secukupnya, karena Tuhan hanya menciptakan satu mulut untukmu, namun perbanyaklah mendengar, dengannya Tuhan sediakan dua telinga

kira-kira begitu isi quote yang pernah saya dengar. dan hari ini pun quote itu terdengar lagi. saya mendapatkan ilmu hari ini. tentang bagaimana doa seorang ibu akan menjadi sangat mustajab karenanya. tentang bagaimana seorang Ibu menjadi sekolah untuk anaknya.

Ibu, mahluk yang ditinggikan derajatnya dibandingkan Ayah, begitu kata ajaran agama saya. tanpa mengkesampingkan peranan seorang Ayah yang juga amat besar, lisan seorang Ibu adalah cermin bagi anaknya. jadi, jangan harap anak akan bicara baik-baik kalau kita, si ibunya tidak memperdengarkan kata yang baik. jangan kaget kalau anak suka bicara dengan nada tinggi kalau di rumah kerap kali yang didengar adalah ibu yang suka mengomel dengan nada dasar “si” yang ini gue banget..

ah, saya bangga…sejuta, semilyar, setrilyun kali bangga jadi ibu. walau dengannya badan saya mekar, tidur saya berkurang, jam menonton film favorit tidak ada, waktu dengan suami tersita, penampilan tidak sexy lagi haha emangnya pernah, *ambil kaca*..sungguh saya bangga sekali..

dan betapa jauh lebih bangganya saya, begitu hari ini beberapa ilmu diwariskan kepada saya yang mengatakan doa ibu adalah keridhaan Tuhan..seketika ibu berucap Tuhan pun mengiyakan, dan sedetik batin tersirat Tuhan pun menyetujui..bahkan tanpa kata itu terucap terlebih dahulu..dan betapa saya menyadari semua itu saat selalu terngiang doa Ibunda tercinta untuk saya, sehingga saya seperti sekarang.betapa kasih yang tak terbalas telah diberikan Ibunda hingga kini masih saja memberikan jiwa dan raga hanya untuk anak dan cucu kesayangannya

dan saya tercabik-cabik, mengingat kerap kali saya sering marah kepada anak, kerap kali saya minta anak saya untuk mandi, tapi kok yo ibunya belum mandi. tak jarang juga saya diluar batas kesabaran dengan segala kelelahan pulang kerja, saya emosi dengan anak..sungguh, rasanya ingin saya lakban saja mulut ini kalau hal-hal demikian saya ingat. dan betapa menyejukkannya saat saya mendengar teman-teman saya di sini bisa menjawab semua perkataan anaknya dengan lemah lembut, seolah menunjukkan kasih ibu yang terdalam.dan betapa bencinya saya begitu menyadari anak saya ribuan mill jauhnya tak lagi mendengar perkataan bundanya yang seharusnya menyejukkan ini secara langsung..dan betapa sedihnya mendengar ibu yang dengan gagahnya membentak dan menghardik anak di dekatnya..padahal andai dia tahu, separuh jiwanya pergi saat jarak memisahkan raganya dengan buah hati tercinta..

untuk Harvy : maafkan bunda untuk tidak ada di sisi mu saat ini, maafkan bunda untuk ucapan yang menyakitkanmu selama ini, maafkan bunda untuk tidak memberikan kasih dan kelembutan yang harusnya kamu dapatkan…semoga Alloh masih berbaik hati memberikan ruangnya di muka bumi ini untuk mempertemukan kita, nak..seluruh rasa rindu ini hanya untuk kamu ..
untuk Ibu : seandainya bisa kuberikan hidupku untuk kebahagiaan yang telah kau berikan, akan kulakukan, walaupun aku dan Tuhan tahu, tak akan pernah cukup ..

*saat kerinduan anak dan ibu berada di puncak*

dan aku pergi

dan ternyata dingin belum beranjak pergi ketika kaki ini menginjak Tsukuba. bahkan kini rasanya dingin itu kian menusuk ke dalam tulang tanpa ampun. memang tidak separah belahan utara Jepang seperti Hokkaido, namun entah kenapa hari ini dingin itu lebih menggerogoti saya. mungkin karena kali ini dingin itu tersimpan rapat dalam lubuk hati saya terdalam. menjalar ke seluruh vena dan arteri memperpanjang rasanya hingga tarikan nafas saya terasa berat di hidung.

dan saya telah pergi. ribuan mil jauhnya dari tempat yang saya sebut rumah saya selama ini. bukan karena rumah kecil saya yang belum segenap 365 hari saya tempati, walaupun sudah ada coretan khas anak saya di dindingnya. tapi jauh dari rumah tempat cinta dan kasih saya dapat dan berikan.

sudah berminggu-minggu lalu saya membayangkan hal ini. jauh, sendiri, tanpa sang belahan hati.berminggu-minggu lalu juga saya takut menghadapi perpisahan saya dengan anak dan keluarga tercinta.sungguh, saya tidak bisa membayangkan akan seperti apa saya di kala saya benar-benar harus meninggalkan mereka. saat itu pun saya sudah menangis sejadi-jadinya.

dan kemarin, 30 maret 2010, saya benar-benar pergi meninggalkan orang-orang terkasih dalam hidup saya. ternyata semua tidak seburuk yang saya bayangkan, saya bhkan masih dapat melihat tawa anak dan suami saya tercinta. walaupun tak dapat dipungkiri, air mata ini tak kuasa untuk dibendung.

kini saya sendiri, hanya bermodalkan koneksi kabel untuk mencari apa yang saya sebut dengan rumah. tempat saya mencurahkan semua tangis dan tawa selama ini. tempat saya mendalami makna menjadi seorang dewasa, ibu dan istri.

ah sudahlah , saya jadi shallow mellow..semangat..saya datang hari ini untuk menjemput mimpi…..

as my facebook status today: And when my tears fall, he wiped those with his stare as if saying : “Dont Worry Bunda, we’ll be OK, and coming up to you soon”. And the moment I realized I left my halfsoul to a place where I recall as home.

about the equilibrium

sebenarnya bukan mau sok science or gimana gitu..tapi ini benar-benar padanan kata yang menjelaskan isi blog saya yang sederhana banged ini..

equilibrium itu kan artinya setimbang, dari segi ukuran jadi yang kiri sama yang kanan sama, yang sebelah atas sama bawah seimbang dan sebagainya

nah blog saya ini juga begituh, seimbang dari seluruh visi dan misi hidup saya..ada kalanya saya sebagai ibu, sebagai istri, sebagai anak…repot sama urusan rumah tangga..adakalanya lagi saya sebagai scientist yang pengen share info-info science yang kata orang membosankan…adakalanya lagi saya sebagai diri saya yang ceria, suka ngambek, rada moody, nggak bisa dendam lama-lama, dan bawel ini..

jadi ..kalo meringkas equilibrium dalam bahasa keren ya itu artinya akan seperti ini ..mmm….hh…

gado-gado

my status of life

beberapa hari belakangan saya pusing dengan status yang saya sandang ..well oke..sebenernya bukan dengan statusnya tapi dengan kewajiban dan wewenang dari status saya itu..arghhh sumpah rasanya mau muntah terus menerus kalau ingat..

dan puncaknya adalah minggu kemarin, akhirnya saya tumbang dengan status dan saya sebagai ibu, istri, anak, pekerja, dan pemburu sekolah..kenapa begitu?oke, ini saya jabarkan satu-satu..

pertama, sebagai ibu..ini sudah teken kontrak semenjak pagi pertama saya tahu saya hamil lewat test pack…ada seribu pertanyaan saat itu dan saat ini mulai terjawab dan pertanyaannya masih saja tetap banyak…
OK..tapi yang mencengangkan adalah pada saat saya sudah full time jadi ibu, dalam arti kata sudah melahirkan anak saya tercinta ituh…dan sampai anak saya sekarang sudah mulai jadi batitia..betapa waktu cepat berlalu dan pekerjaan saya masih panjang..
dan memang benar kata prang pekerjaan ibu adalah saat matahari terbit hingga anggota rumah terpejam, tak terbendung banyaknya…mulai dari ajak main anak, mau mendengarkan rewelan dan rengekan sang anak, meladeni makan, minum, mandi, buang air , dan bla-bla-nya anak, sampai waktu anak untuk potong rambut, beli bantal baru, beli obat nyamuk buat anak, dan sikat gigi anak (yang ini belum kesampaian karena tiap kali belanja saya lupa terus..:( ), oh satu lagi ketinggalan, anak saya punya kebiasaan bangun tengah malam untuk minum susu kotak ataupun teh manis hangat, jadi dengan mata rada2 terpejam saya harus tetap fokus dengan semua itu..
mengeluh??oh tidak..nggak mengeluh, tapi cubung saja, nggak salah toh..however senang rasanya sudah memiliki anugerah terindah dalam hidup ini…

nah status kedua sebagai istri, yah ini adalah “other printilan” (meminjan kamus ibu saya) yang tak kalah pentingnya, biasa deh suami minta ditemani ini, mau ini sama saya, maunya kesitu kalau ditemani saya, minta dibeliin ini sama saya, mau dipijitin sama saya, ditambah kalau penyakitnya kumat, haduh harus ekstra sabar menghadapi (oh ya lupa, saya juga sudah teken kontrak bawa-bawa nama Sang Kholik buat terikat sama dia sehidup semati..semoga waktu itu saya nggak lagi mabok :D)

yang ketiga, status sebagai anak, yah biasa lah ini juga, harus dengarkan wejangan orang tua, orang tua datang harus dilayani, padahal maunya tidur, maunya leyeh-leyeh di rumah, tapi diajak jalan-jalan harus oke lah, mau mendengarkan curhat orang tua, mau dengar komplain orang tua, bla-bla-bla…soalnya saya juga orang tua toh?? (berpikir keras, semoga anak saya ndak ngambil sisi negatif ibunya :P) )

yang keempat, sebagai personal assitant, haduh yang ini pagi siang sore malem buta harus on kalo diajak omong kerjaan, dimintai ide, sumbang saran, harus siap kalau diminta ini itu dikerjakan mendadak, blablabla (nanti akan ada kesempatan untuk tahu bos saya yang super duper ajaib itu 🙂 )

yang kelima..sebagai pemburu sekolah, sudah sekali ditolak dan masih harus struggel untuk yang lain mengingat cita-cita tak boleh kalah oleh waktu dan jarak..semua kendala harus bisa diatasi dan semua kegagalan tidak boleh menjadi penghalang dalam menuntaskan cita-cita, apapun bentuknya saya harus tetap semangat untuk mengejar cita-cita saya yang satu itu

dan terakhir..Ya Alloh..yang ini sungguh saya nggak pengalaman, sebagai mandor bangun ruman, mulai dari pembelian, pengawasan, desain, sampe pengerjaan kudu mengawasi..yang tadinya saya nggak kenal plafon, pondasi, eternit, harga keramik, paralon, engkel, bla-bla-bla, dan yang parah adalah kalau sudah merekapitulasi berapa rupiah yang sudah dikeluarkan untuk rumah sarang burung saya yang imut dan mungil itu..

arghh…saya benar2 sigh..(secara harfiah hal ini saya lakukan, literally) sumpah..saya rada lelah dengan status saya itu..salahkah saya?tidak bukan?ini cuma salah satu fase hidup yang harus saya lakoni toh….